oleh

KPID Terus Lakukan Pengawasan Isi Penyiaran

kpid-jabarBANDUNG BB.Com-Ketua KPID Jawa Barat Dedeh Fardiah mengaku bahwa di bidang isi siaran, pihaknya terus melakukan pemantauan, pengawasan isi siaran, dan menindak lanjuti aduan masyarakat terkait penyiaran dengan sebaik – baiknya.

Hal demikian dikemukakannya, saat memberikan sambutan pada acara KPID Jabar Award, Jum’at(18/11) di Lobby Hotel Panghegar Bandung

Lanjut Dedeh, salah satu program yang diluncurkan, yaitu lewat “Gemas Pedas”, atau Gerakan Masyarakat Jawa Barat Mendorong Penyiaran Sehat Pemirsa Cerdas. Sebagai bentuk pembinaan terhadap masyarakat terkait penyiaran sehat.

“Kita juga mendukung ‘Jabar tolak kekerasan’, dalam program tayangan kami juga melihat bahwa ini salah satu penyebab terjadinya kekerasan melalui tayangan,” katanya.

BACA JUGA  Dewan Setujui Penambahan Dana Untuk BIJB Kertajati

Kami berharap adanya sinergitas antar lembaga penyiaran yang tersebar di 27 Kabupaten/ Kota agar senantiasa menghadirkan suguhan yang sehat, ramah anak, dan inovatif, demikian Dedeh.

Sementara itu, Ketua Panitia Acara Mahi M. Hikmat mengatakan, sesuai tema KPID Jabar Award ke- 9 tahun 2016

“Mendorong Insan Penyiaran yang Nyeni, Nyakola, Nyunda, Narigama.” Ini berati KPID Jabar punya obesesi agar program acara yang ditayangkan lembaga penyiaran hari ini, esok, dan seterusnya, memiliki nilai estetika yang luhur, nilai seni yang bisa menghibur secara sehat.

Nyakola, berati program acara yang ada di lembaga penyiaran, mesti memiliki nilai edukasi yang tinggi, ada nilai yang memberikan pendidikan kepada warga Jawa Barat. Nyunda, dalam arti yang luas adalah lembaga penyiaran tak ragu untuk menyoroti berbagai entitas budaya lokal yang ada di Jawa Barat.

BACA JUGA  DPRD Minta KPU Jabar Sosialisasikan Pilkada 2020 Semenarik Mungkin

“Narigama, mengandung arti bahwa semua program acara yang ada di Jawa Barat harus sesuai dengan karakteristik masyarakat Jawa Barat yang religius, yang punya nolai – nilai keagamaan yang luar biasa,” katanya.

Terkait penghargaan, Mahi mengatakan bahwa penilaian dilakukan Dewan Juri yang independen, objektif, adil, free of interest, bertanggung jawab, dan profesional.

“Para pemenang mendapatkan piagam penghargaan, piala, dan uang ‘kadedeuh’,” katanya.


 

Komentar