Kota Bandung dan Kabupaten Simeulue Akan Berkolaborasi dibidang Pembangunan

14 Februari 2017 / 21:54 WIB Dibaca sebanyak: 754 kali Tulis komentar

BANDUNG BB.Com– Kabupaten Simeulue Provinsi Aceh, dan Kota Bandung resmi menjalin kerja sama. Keduanya bersepakat untuk berkolaborasi dalam melaksanakan pembangunan di kedua daerah. Wali Kota Bandung M. Ridwan Kamil mengatakan, demi kemajuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), para kepala daerah harus kompak.

“Bandung adalah ibu kota Asia Afrika di mana deklarasi solidaritas untuk berjuang melawan penjajahan disuarakan. Atas dasar solidaritas itu pula Kota Bandung dengan senang hati membantu dan bekerja sama dengan kota/kabupaten lain dalam bidang apapun,” ucap Ridwan usai penandatanganan kerjasama kedua daerah di pendopo, Jumat (10/2/17)

Kepada Plt. Bupati Simeulue Hasrul Edyar, Ridwan menceritakan tentang pengalamannya membangun Kota Bandung, dari mulai yang memiliki SAKIP dengan nilai CC menjadi nilai A. Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari dinamika, apalagi dengan jumlah penduduk hampir mencapai 2,4 juta jiwa. Akhirnya, ia membangun Kota Bandung yang seimbang lahir dan batin dengan pendekatan teknologi.

“Saya mulai dengan mereformasi kepemimpinan. Saya mereformasi diri dengan memberikan ruang kepada para birokrat untuk banyak memberikan inovasi dan pengertian bahwa gagasan tidak cuma datang dari pimpinan,” tuturnya.

Salah satu kebijakan yang ia lakukan adalah membiarkan masyarakat memberi masukan kepada pemerintah melalui berbagai saluran, membuat mereka merasa terlibat dalam pembangunan. Ia memberikan luang seluas-luasnya agar masyarakat bisa menyuarakan aspirasinya dalam membangun kota.

Ia juga menggunakan teknologi untuk mereformasi sistem penganggaran dengan e-budgeting. Tujuannya agar setiap anggaran terserap secara efektif dan berwujud pada pembangunan yang nyata di masyarakat.

Teknologi juga digunakan untuk memotivasi para Aparatur Sipil Negara (ASN) agar bekerja dengan optimal. E-Remunerasi Kinerja adalah aplikasi untuk mengukur produktivitas ASN dalam bentuk poin serta dikeonversikan dalam wujud rupiah.

“Dengan teknologi, kita reformasi birokrasi sehingga program dulu yg lambat, mahal, tertutup, sekarang relatif lebih murah, lebih transparan, lebih cepat, dan partisipatif,” ujar Ridwan.

Ridwan berharap, kerja sama ini akan menjadi pengikat silaturahmi dan solidaritas kota-kota di Indonesia. Ia ingin agar kota lain tidak sungkan untuk bekerja sama dengan Kota Bandung.

“Silakan ketika ingat Bandung, ingat solidaritas, ingat NKRI. Kita sama-sama membangun. Jadi jangan malu dan jangan ragu, karena yang terpenting adalah kualitas pembangunan, antara jalan di tempat atau berkembang dengan cara-cara yang baru,” tandasnya.


 

Bagikan
Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *