oleh

Ineu,  Jangan Mudah Terprovokasi Oleh Isu !  

ineu dprd jabarBANDUNG BB.Com–Masyarakat diimbau tidak terpancing oleh isu-isu yang mengancam persatuan dan kesatuan bangsa. Salah satunya dengan tidak mudah terlibat dalam setiap rencana aksi yang akan digelar.

Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat Ineu Purwadewi Sundari menyontohkan, umat muslim Jabar harus bisa menahan diri terkait rencana aksi ke Jakarta pada 2 Desember mendatang. Warga diminta tidak terpancing dalam menyikapi tuntutan penahanan Gubernur DKI Jakarta non-aktif Basuki Tjahaja Purnama itu.

Menurutnya, meski demo diperbolehkan secara hukum, akan lebih baik jika warga tetap menahan diri dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum ke Kepolisian. “Jangan terprovokasi,” kata Ineu di Bandung, Kamis (24/11).

BACA JUGA  Polres Majalengka Akan Berikan Pengawalan Penyaluran Baksos Gubernur

Saat ini, tambah Ineu, proses hukum kasus tersebut tengah berjalan di Kepolisian. Dia pun meminta masyarakat memberi kepercayaan penuh terhadap aparat penegak hukum tersebut.

“Saya yakin proses hukumnya berjalan baik, kita percayakan saja ke polisi,” ucapnya. Ineu kembali mengingatkan pentingnya menjaga kondusivitas bangsa saat ini.

Ini berpengaruh terhadap keutuhan bangsa dan negara yang seharusnya dikedepankan dibanding kepentingan apapun. “Pertahankan kesatuan, jaga NKRI dari hal-hal yang akan merusaknya. Jikapun tetap demo, jaga kondusivitas, jaga keamanan,” ucapnya.

Sementara itu, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil (Emil) mempersilakan warga yang hendak berunjuk rasa ke Jakarta pada 2 Desember mendatang selama menjaga ketertiban dan keamanan. “Saya enggak bisa larang-larang,” kata Emil.

BACA JUGA  HUT TNI Ke 73, Kodim Sumedang Gelar Lomba Ketangkasan Domba Garut

Menurutnya, demo merupakan hak konstitusi setiap masyarakat sehingga tidak ada yang bisa melarangnya. “Demo tidak demo, itu pilihan. Mau demo, itu hak yang dibolehkan undang-undang,” katanya.

Meski begitu, Emil pun mengingatkan warga khususnya dari Kota Bandung yang hendak berunjuk rasa ke Jakarta agar senantiasa menjaga kondusivitas keamanan. Massa pendemo agar tidak mudah terprovokasi oleh hal apapun terutama yang mengarah ke aksi anarkis. “Tetap tertib, jaga aturan, itu saja,” pungkasnya


Komentar