Dispora Jabar Fasilitasi Rakorda HIMA PEKAR

22 Februari 2019 / 19:29 WIB Dibaca sebanyak: 273 kali Tulis komentar

BANDUNG, BBCom– Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Jawa Barat, kemarin telah memfasilitasi kegiatan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) HIMA PEKAR. Pelaksanaan rakor yang diikuti 60 orang peserta ini berlangsung di Hotel Endah Parahyangan Kota Bandung pada tanggal 20/22/19.

Sebagai ladding sektor organisasi kepemudaan, Himpunan Mahasiswa Peduli Kerakyatan (HIMA PEKAR) merupakan salah satu (OKP) Organisasi Kepemudaan yang memiliki basis keanggotaannya dari kalangan mahasiswa yang tersebar di banyak Perguruan Tinggi (PT) di Jawa Barat.

Dalam pelaksanaan Rakorda yang melibatkan unsur pimpinan  daerah provinsi dan pimpinan daerah tingkat kabupaten/kota ini, selain membahas berbagai persoalan organisasi, juga rakorda tersebut bertujuan untuk melakukan evaluasi kinerja organisasi sekaligus memantapkan, dan menyelaraskan gerak masing-masing unit organisasi.

Rakorda yang bertemakan “Internalisasi dan Gerakan Revolusi Mental Menuju Organisasi Kerakyatan, Keadilan dan Pengabdian”

mengudang beberapa pembicara dari luar organisasi. Sehingga para peserta merasa puas, karena mereka mendapatkan pembekalan tentang peran mahasiswa dan organisasi kepemudaan dalam menyikapi agenda pemilu 2019.

“Materi-materi yang disampaikan oleh narasumber ini diharapkan dapat menjadi bekal dan bahan diskusi tentang peran serta pemuda dalam mensukseskan agenda politik dan menyikapi perbedaan politik dengan cara-cara yang santun dan toleran,” ujar Imam Solihin, MA Kepala Bidang Layanan Kepemudaa Dispora Jabar, usai membuka pelaksanaan rakorda

Imam menegaskan, tentang pentingnya kemampuan untuk menyaring dan memilah informasi yang ada secara bijak dan cerdas terutama di saat menjelang hajatan politik besar seperti pilpres dan pileg yang digelar secara serentak.

Peran serta pemuda dan organisasi kepemudaan dalam mensukseskan pemilu 2019, minimal  tidak terlibat dalam memproduksi dan menyebarkan berita bohong atau hoax yang dapat memperkeruh suasana yang berpotensi memecah belah bangsa,

Imam menjelaskan, pentingya organisasi kepemudaan. Betapa tidak, karena pemuda sebagai aset bangsa agar selalu tanggap terhadap gejala-gejala yang dapat memecah belah bangsa.”Karena pemuda, sebagai pelopor bukan pengekor harus  mampu berdiri di garda terdepan,”tegas.Imam. (red)

Bagikan
Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *