Dinas Pariwisata dan Kebudayaan KBB Rencanakan 2 event besar di tahun 2023

KBB | BBCOM | Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Barat (KBB) sebagai salah satu dinas yang memiliki tugas dan kewenangan untuk memajukan kepariwisataan dan kebudayaan di wilayah  KBB, tentunya dituntut untuk memiliki program program inovatif guna lebih mendodong kemajuan kepariwisataan dan kebudayaan sehingga kedua sektor ini tidak berjalan stagnan.

Kepentingannya tentu bukan semata mata untuk memenuhi tupoksi dinas, tetapi diarahkan untuk mendorong kemajuan wilayah dan masyarakat KBB, mengingat kemajuan kepariwisatan dan kebudayaan akan memiliki multiplier effects yang begitu luas, baik untuk memperbesar sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) maupun untuk perekonomian masyarakat.

Untuk itu, ditahun 2023 Dinas Pariwisata dan Kebudayaan KBB sudah merencanakan diselenggarakannya 2 event besar sebagai upaya branding KBB. “Mudah mudahan di tahun depan event besar yang bersifat internasional ini bisa telaksana, meskipun dari apek anggaran kita harus berusaha keras untuk bisa memenuhinya. Kita mengakui bahwa aspek anggaran ini mungkin akan jadi kendala. Tetapi harus tetap kita usahakan semaksimal mungkin” kata Plt Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Ibrahim Aji, SE.,MM di kantornya baru baru ini.

Ia pun memberi contoh event internasional di Makasar dan Tomohon. Anggaran untuk itu mencapai Rp.8 M hingga Rp.10 M. Kalau di kita masih jauh anggaran yang bisa dialokasikan. “Untuk itu rencananya di bulan Oktober kita akan melakukan study banding ke Makasar untuk bisa melihat dan mempelajari bagaimana event itu dilaksanakan. Dalam study banding ini akan diikut sertakan beberapa anggota DPRD KBB dengan harapan mereka akan memberikan dukungan terhadap rencana dinas”, katanya lagi.

Aji juga mengatakan, sebutan kota Bandung sebagai kota kembang sekarang ini, sebetulnya di wilayah KBB bisa dijadikan ikon. “lihat saja Cihideung yang berada di wilayah KBB, disitulah sebetulnya pusat kembang yang sudah dikenal di wilayah Bandung dan sekitarnya bahkan sudah dikenal luas ke luar wilayah Bandung. Jadi sebetulnya kalau Bandung disebut kota kembang, maka di Cihideung adalah pusatnya”.

Soal event kepariwisataan, sebetulnya Dinas Pariwisata dan Kebudayaan KBB sudah beberapa kali berhasil menyelengarkannya dan mencapai keberhasilan. Beberapa waktu lalu pada event Bandung Barat Expo misalnya. Event ini yang dilaksanakan selama 2 hari berkaitan dengan HUT KBB ke 15 berhasil dilaksanakan dengan sukses bertempat di IKEA Kota Baru Parahyangan. Beberapa kegiatan pada Bandung Barat Expo 2022 meliputi Festival Bunga, Fun Bike, Zumba, Fetival Kopi, Mobil Tamya, Final PAMI KBB, Milangkala Sisingaan, Talkshow, Final Mojang Jajaka, KBB Fashion Week, KBB Music Festival, Lomba mewarna, Fashion Run, Esport PUBG Mobile Tournament.

Aji menjelaskan. Bandung Barat Expo 2022 tidak saja mencapai sukses penyelenggaraan yang ditandai dengan cukup banyak menarik pengunjung, tetapi juga mencapai sukses ekonomi dengan besarnya nilai transaksi terutama yang diperoleh oleh kalangan UMKM yang turut memeriahkan Bandung Barat Expo. Bahkan pada festival kopi berhasil dicapai MOU antara pihak buyers dengan para petani kopi yang tentunya akan memberikan dampak ekonomi cukup menguntungkan bagi para petani kopi.

“Dalam pelaksanaan Bandung Barat Expo, Tidak hanya Dinas Pariwisata dn Kebudayaan yang memiliki peran utama, tetapi melibatkan dinas lain  di lingkungan pemda KBB. Dengan demikian sinergitas antar dinas telah mewujudkan Barat Barat Expo mencapai sukses. Semua dinas mendukung pelaksanaan Bandung Barat Expo 2022.”.

“Sebetulnya kegiatan kegiatan yang ada di bawah Bandung Barat Expo anggarannya terpisah pisah. Namun karena tujuannya untuk mencapai gebyar HUT KBB ke 15, maka kegiatan yang anggarannya terpisah pisah itu pelaksanaannya disatukan didalam Bandung Barat Expo. Dengan Demikian Bandung Barat Expo menjadi lebih gebyar dan meriah”, tegas Aji.

Dalam penganggarannya, jelas Aji, kita mendapat pengarahan dari inspektorat sehingga meskipun anggarannya terpisah antara kegiatan satu dengan lainnya tetapi kemudian dijadikan satu dibawah bandung Barat Expo 2022, hal itu sudah sesuai dengan arahan dari inspektorat. “Selain itu, ada pertimbangan lain yakni soal Covid 19. Kalau kegiatannya dilaksanakan tidak disatukan dengan Bandung Barat Expo beberapa waktu lalu dan dilaksanakan pada bulan bulan mendatang, kita belum tahu apakah nantinya masih aman atau tidak dari covid 19. Masalahnya kita tidak tahu apakah di bulan bulan mendatang soal covid ini sudah aman atau tidak. Jadi, kalaupun nanti covid 19 kembali melanda, kegiatan kegiatan yang telah dianggarakan sudah terlaksana dengan sukses.” Papar Aji. (Teddy Guswana)