oleh

Dalam Satu Bulan, Polisi Tangkap 27 Tersangka Kasus Narkoba Di KBB Dan Cimahi

BANDUNG | BBCOM | Sebanyak 27 pengguna, pengedar, hingga bandar narkoba di Kabupaten Bandung Barat (KBB) dan Kota Cimahi ditangkap polisi dalam kurun waktu satu bulan terakhir.

Kasatnarkoba Polres Cimahi, Polda Jabar AKP Nasrudin, menyebut selama Maret 2022, Polisi mengungkap 24 kasus penyalahgunaan narkotika berbagai jenis serta mengamankan 27 tersangka.

Sementara di tempat terpisah Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Ibrahim Tompo S.I.K., M.Si mengapresiasi kerja keras Polres Cimahi Polda Jabar sehingga dalam kurun satu bulan terakhir berhasil menangkap 27 pengguna , pengedar hingga bandar narkoba.

Kasatnarkoba Polres Cimahi Polda Jabar AKP Nasrudin, menyebut selama Maret 2022, Polisi mengungkap 24 kasus penyalahgunaan narkotika berbagai jenis. Polisi mengamankan 27 tersangka.

“Polres Cimahi Polda Jabar dalam kurun waktu satu bulan ada 24 kasus narkotika berbagai jenis yang kami ungkap dan 27 tersangka kami amankan,” ujarnya, Senin (18/4/2022).

Dari 24 kasus itu, kata Nasrudin, Polisi menyita barang bukti sabu-sabu sebanyak 603,36 gram, ganja kering 1.375,85 gram, dan tembakau sintetis, sebanyak 274,13 gram.

“Kemudian ekstasi 35 butir, OKT sebanyak 2.970 butir, psikotropika 10 butir, dan 37 batang pohon ganja,” kata Nasrudin.

Untuk mengedarkan barang haram tersebut, kata dia, para tersangka melakukannya dengan berbagai cara mulai dari sistem tempel transaksi langsung atau face to face, hingga melalui jasa pengiriman paket.

“Bahkan ada juga yang melalui berbagai media sosial, seperti Instagram dan Facebook,” ucapnya.

Ia mengatakan, Satuan Reserse Narkoba Polres Cimahi Polda Jabar akan terus melakukan pemberantasan terhadap penyalahgunaan narkotika di wilayah KBB dan Cimahi agar kasusnya tidak semakin mengalami peningkatan.

Untuk itu, Polisi juga meminta agat masyarakat berperan aktif untuk melaporkan ke aparat kepolisian jika menemukan ada penyalahgunaan narkoba di wilayahnya masing-masing.

“Kami dari Satuan Reserse Narkoba tetap berupaya melakukan pemberantasan sehingga masyarakat harus berperan aktif untuk melaporkan,” ucapnya.(Arison)