Oleh : Teddy Guswana (Redaksi Bandung Berita)
Tahun ini (tepatnya 21 Juni 2024) Kota Cimahi akan memasuki usia 23 tahun. Tema besar yang diusung pada hari jadi tahun ini adalah Cimahi Campernik. Kata Campernik itu sendiri adalah kata berbahasa Sunda yang secara harfiah adalah kecil menarik, mungil dan lucu. Namun bukan pengertian ini yang diusung pada hari jadi tahun ini. Sesuai dengan visi kota Cimahi, Campernik disini diartikan sebagai kota yang maju, unggul dan bekelanjutan untuk 20 tahun ke depan.
Ada hal cukup menarik dari diusungnya tema Campernik pada hari Jadi Kota Cimahi tahun ini. Bagaimanapun hal ini bisa dipandang selain sebagai apresiasi terhadap kebahasaan Sunda juga sekaligus sebagai bagian tidak terpisahkan dari apresiasi terhadap budaya Sunda. Dalam hal ini beberapa teori yang salah satunya dari ahli antropologi Koentjaraningrat menyatakan, bahwa bahasa merupakan bagian tidak terpisahkan dari kebudayaan. Jadi, dengan mengusung tema berbahasa Sunda, maka Kota Cimahi mengakui sebagai kota yang tidak terlepas dari dinamika kebudayaan Sunda.
Usia 23 tahun bagi dinamika pemerintahan sebuah kota merupakan kurun waktu yang cukup untuk membuktikan dinamikanya sebagai kota yang kondusif, maju, dan terus berkembang ke arah yang lebih dewasa. Pengertian dewasa disini bisa diartikan dewasa dalam layanan kepada masyarakat, dewasa dalam pengelolaan anggaran, dewasa dalam mengelola dan menjalankan keperintahan dan dewasa dalam kinerja aparat yang ada didalamnnya. Ini semua mesti menjadi keniscayaan dan senantiasa bisa dilaksanakan oleh pemerintah Kota Cimahi.
Dari pencermatan selama ini, tuntutan itu tampaknya mampu dibuktikan oleh pemerintah Kota Cimahi. Terlepas dari pernah terjadinya permasalahan yang menimpakepemimpinan Kota Cimahi beberapa waktu lalu, tapi harus diakui kelanjutan pembangunan kota tidak menjadi stagnan dan tetap berjalan bahkan terus melaju ke arah yang lebih maju dan berkembang.
Infrastruktur kebinargaan dan infrastruktur perkotaan, kondisi lingkungan, kepariwisataan, kesenian/kebudayaan, pengembangan UMKM, sektor kesehatan, teknologi (digitalisasi) adalah beberapa sektor yang terus disentuh inovasi sehingga perkembangannya cukup terlihat di permukaan. Bahkan beberapa penghargaan untuk kinerja pemerintahan, kinerja anggaran, perkembangan teknologi (digitalisasi) layanan kepada masyarakat berhasil meraih penghargaan/award.
Kondisi itu tentunya patut diakui sebagai suatu prestasi pembangunan kota yang mudah mudahan saja bisa dipertahankan dan mampu menjadi motivasi bagi pemerintah Kota Cimahi untuk menjalankan pembangunan ke arah yang makin optimal.
Maju, Unggul dan Pembangunan Berkelanjutan 20 tahun ke depan yang diusung pada tema hari jadi ke 23 tahun ini patut diakui bukanlah perkara mudah untuk dilaksanakan. Namun Pemerintah Kota Cimahi sudah pasti memiliki kalkulasi dan kesiapan untuk bisa mewujudkannya melalui kinerja nyata. Hal ini sekaligus menjadi dorongan dan motivasi untuk meningkatkan etos kerja seluruh jajaran aparat pemerintahan kota sehingga tujuan menjadi kota yang maju, unggul dan upaya menjaga pembangunan berkelanjutan akan mampu dilaksanakan.
Persoalannya sekarang, bagaimana meningkatkan etos kerja aparat di lingkungan Pemerintah Kota Cimahi agar sasaran yang ingin dicapai dari tema hari jadi tahun ini benar benar bisa diwujudkan. Untuk hal ini tentu tidak terlepas dari model pengembangan budaya kerja yang mesti dikembangkan pada tataran yang konkrit.
Budaya kerja itu sendiri dengan merangkum dari beberapa teori adalah siklus perubahan yang berjalan secara terus menerus didasari oleh keyakinan bersama atas dasar nilai nilai prestasi kerja yang diyakini bisa diwujudkan oleh seluruh jajaran pemerintahan melalui model pembelajaran/pelatihan (diklat) tentang nilai kerja yang bisa terinternalisasi guna menumbuhkan prilaku yang berintegritas, profesional, inovatif dan tanggung jawab yang kemudian bisa menjadi pendorong untuk terwujudnya produktifitas sehingga mampu menghadapi tantangan saat ini dan di masa depan.
Bertolak dari teori tersebut, dalam kaitan dengan Campernik sebagai model pembangunan Kota Cimahi yang Maju, Unggul dan Berkelanjutan 20 tahun ke depan, maka pengembangan dan optimalisasi budaya kerja sangatlah diperlukan. Kemudian yang lebih penting adalah adanya keteladanan kepemimpinan dan apresiasi serta fasilitas yang bisa diberikan kepada jajaran karyawan sesuai dengan prestasi kerja yang telah dicapainya. Ini semua tentunya akan bisa dicapai dengan menjadikan setiap hari Jadi termasuk hari jadi ke 23 tahun ini sebagai momentum untuk mengoptimalkan budaya kerja ke arah yang lebih nyata.
Didalam kata Campernik memang ada pengertian tentang sesuatu yang kecil dan mungil. Soal kecil harus diakui karena Kota Cimahi memang kota kecil dengan hanya 3 kecamatan. Tetapi selama ini didalamnya ternyata terkandung prestasi besar. Prestasi besar inilah yang seyogyanya bisa dikontribusikan kepada kepentingan dan kesejahteraan masyarakat Kota Cimahi. Ini yang tentu menjadi target dan sasaran pembangunan Kota Cimahi. Selamat Hari Jadi Jadi ke 23. Majulah terus Kota Cimahi.















