Banjir Citarum, Persoalan Bersama

28 Mei 2016 / 14:00 WIB Dibaca sebanyak: 1303 kali Tulis komentar

BANDUNG BB-Wakil Bupati Bandung H. Gungun Gunawan memandang persoalan lingkungan menjadi tanggung jawab bersama termasuk masyarakat. Untuk mengatasi bencana banjir yang kerap melanda Kabupaten Bandung, dengan terbuka Pemerintah Kabupaten Bandung akan menerima saran pendapat dari masyarakat untuk bersama-sama mengatasi persoalan tersebut.

Menurut Gungun Gunawan, banjir di wilayah Kabupaten Bandung Selatan menjadi problematika yang dihadapi warga setiap kali menghadapi musim penghujan. Tingginya curah huja mengakibatkan meluapnya sungai Citarum sehingga menyebabkan banjir di beberapa wilayah Kabupaten Bandung.

“Untuk mengatasinya, perlu ada kerjasama dengan berbagai pihak termasuk dengan masyarakat. Keterlibatan masyarakat dapat berupa saran masukan yang nantinya akan kita akomodir dalam kebijakan Pemerintah Kabupaten Bandung,” kata Gungun ketika memberikan sambutan dalam acara Ngariung Bincang-Bincang Bandung Selatan yang diselenggarakan Ikatan Alumni ITB di Aula Barat ITB, Kamis (26/05/2016).

Dalam acara tersebut tampak hadir Wakil Gubernur Jawa Barat H. Deddy Mizwar, Ketua Ikatan Alumni ITB Jawa Barat Alfi Rafnialdi, beberapa Kepala SKPD terkait Kabupaten/Kota di Jawa Barat, Ketua BASARNAS, perwakilan mahasiswa dan dosen dari beberapa Perguruan Tinggi di Bandung, Media cetak dan elektronik, LSM serta sejumlah tokoh masyarakat.

Gungun menilai penyebab banjir salah satunya diakibatkan oleh ulah manusia. Penebangan liar, membuang sampah ke sungai, pendirian bangunan di daerah resapan air menjadi penyebab banjir akibat ketidaksadaran manusia terhadap kecintaan lingkungan. “Inilah yang harus menjadi perhatian Kita semua, untuk saling mengingatkan dan kerjasama,” tegasnya.

Pada kesempatan itu Wakil Gubernur Jawa Barat, H. Deddy Mizwar mengatakan banjir di Bandung Selatan berawal dari tata ruang yang buruk. “Banyak pemukiman penduduk dan bangunan-bangunan tidak berijin yang harus ditertibkan pemerintah baik pusat maupun daerah,” kata Deddy Mizwar.

Lebih keras Deddy menyatakan bahwa Sungai Citarum, yang disebut sebagai sungai terkotor di dunia ini, merupakan wajah peradaban masyarakat Jawa Barat. Ratusan hektar lahan yang pohonnya habis ditebang, daerah resapan air yang dijadikan bangunan-bangunan tanpa ijin ditambah perilaku buruk masyarakat yang membuang sampah ke sungai, semakin memperparah kotornya Sungai Citarum dari tahun ke tahun.

Akan menjadi hal yang sia-sia kata Deddy, jika memperbaiki Sungai Citarum tanpa membenahi ratusan ordo aliran sungai di hulunya seperti Sungai Cikeruh, Citarik dan Cirasiah (di Majalaya) Sungai Cikapundung dan Cisangkuy (di Dayeuhkolot). “Selain itu jika persoalan tata ruang tidak dibenahi, maka permasalahan banjir Bandung Selatan juga tidak akan pernah terpecahkan,” ucapDeddy.

Jika semua pihak menghendaki perbaikan dan tidak memikirkan kepentingannya masing-masing, maka bencana Banjir Bandung Selatan akan bisa diatasi. “Selama kerusakan itu dibuat oleh manusia, maka manusia jugalah yang mampu memperbaikinya, akan tetapi manusia yang memperbaiki itu kualitasnya harus lebih baik dari manusia yang merusaknya,” pungkasnya. (***)

Bagikan
Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *