Bagian Pengadaan Barang dan Jasa KBB Jelaskan Soal Pengumuman Paket Pengadaan Langsung

gambar dok/ist

KBB | BBCOM | Beberapa waktu lalu bandungberita.com melayangkan surat konfirmasi kepada Bagian Pengadaan Baang dan Jasa kabupaten Bandung Barat (KBB) seputar beberapa paket pengadaan langsung di beberapa OPD yang pekerjaannya sudah dinyatakan selesai tetapi didalam tayangan LPSE tidak ada pencantuman nama pemenang dan nilai terkontrak. 

​Hal itu awalnya diduga sebagai hal tidak transparan. Namun kemudian dijelaskan oleh Eyet Nurhidayat, Spd., M.Mpd selaku kepala bagian Pengadaan Barang dan Jasa, bahwa kondisi tersebut bukan karena tidak transparan, tetapi karena adanya kondisi yang menyebabkan pada awalnya nama pemenang dan nilai kontraknya tidak tercantum didalam pengumuman LPSE.

​Ada 6  paket pengadaan tertentu di beberapa dinas yang dipertanyakan oleh Bandung Berita. Untuk hal ini, Eyet mengawalinya dengan menjelaskan bahwa paket paket pekerjaan di beberapa dinas ada yang batal dan ada yang gagal. “Kalau kategorinya batal maka pekerjaan tidak dilaksanakan dan tidak ada pemenangnya. Batal disini bisa saja karena anggarannya tidak ada misalnya saja terkena refocusing sehinga pihak PPK membatalkan paket pekerjaan. Dengan demikian maka pemenangnya pun tidak ada. Sedangkan kalau dikategorikan gagal, maka ada tayangan ulang dan kemudian ada pengumuman pemenangnya ”Demikian jelas Eyet sambil menunjukkan pengumuman di notebook sebagai klarifikasi ketika memberikan penjelasan di kantornya, Selasa (21/2)

​Dijelaskan, jika paket gagal bisa saja perusahaan tidak memasukan hal hal yang dipersyaratkan. Oleh karenanya paket pekerjaan ditayang ulang dan kemudian ada pemenangnya sehingga anggarannya terserap. “Jadi yang awalnya tidak dicantumkan nama pemenang dan nilai terkontrak di LPSE, hal itu dikarenakan batal dan ada juga yang gagal. Tetapi yang gagal dan kemudian tayang ulang, LPSE senantiasa mengumumkan nama pemenangnya dan nilai kontraknya. Artinya, paket yang gagal bukan berarti tidak dikerjakan karena ada tayang ulang dan anggarannya tetap terserap. ”, tegas Eyet

​Pada kesempatan itu, sempat pula ditanyakan mengenai salah satu proyek tender yang ada di salah satu OPD KBB mengingat pada proyek tersebut ada dua perusahaan yang penawarannya persis sama sampai pada koma komanya, tetapi kemudian perusahaan yang menempati posisi kedua yang menjadi pemenang, sedangkan perusahaan yang menempati urutan pertama tidak menjadi pemenang. 

​“Penentuan pemenang untuk yang memiliki nilai penawaran yang sama akan dilihat dari pengalaman seuai dengan nilai kontrak tertinggi” paparnya.

​Di akhir klarifikasinya, Amir menegaskan bahwa pihak LPSE tidak alergi terhadap pertanyaan, masukan dan kritik sejauh hal itu bisa membuat kinerja LPSE menuju ke arah yang lebih baik. “kalau adanya ketidak fahaman dalam kaitan dengan kinerja LPSE, silahkan saja sampaikan masukan dan kritik. LPSE senantiasa akan terbuka dan akan memberikan penjelasan sejelas jelasnya”, pungkasnya. (Teddy Guswana)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *