Anggota DPRD Jabar Berkewajiban Lakukan Kegiatan Jaring Aspirasi di 8 Titik Daerah Pemilihan Mereka.

3 Desember 2018 / 10:43 WIB Dibaca sebanyak: 313 kali Tulis komentar

BANDUNG BBCom—Seluruh anggota DPRD Jawa Barat sejak tanggal 30 November hingga 11 Desember 2018 tengah melaksanakan kegiatan Reses ke III tahun 2018 atau kembali kedaerah pemilihan masing-masing. Kegiatan Reses ini sebagaimana diatur dalam perundang-undangan, untuk menyerap aspirasi dari masyarakat pemilihnya.

Kegiatan reses III massa sidang 2018, setiap anggota DPRD Provinsi Jawa Barat berkewajiban untuk melakukan kegiatan jaring aspirasi di 8 titik pertemuan di daerah pemilihan mereka masing-masing. Untuk menunjang kelancaran kegiatan reses, setiap anggota DPRD Jabar dibekali anggaran reses sebesar Rp 90 juta lebih.

Uang Rp.90 Juta tersebut diperuntukan untuk sewa gedung/tenda, snack, nara sumber dan lainnya, sementara untuk anggota sendiri mereka mendapat tunjangan reses, diatas Rp. 20 jutaan dan uang spj delapan hari yang flat untuk semua daerah.

Setelah melakukan kegiatan reses, seluruh anggota diwajibkan membuat laporan kegiatan hasil reses yang disampaikan dalam sidang paripurna melalui fraksi masing-masing anggota. Laporan hasil reses akan menjadi pertimbangan untuk rencana pembangunan dalam RAPBD.

Berikut beberapa kegiatan reses III masa sidang 2018 yang telah dilakukan anggota DPRD jabar diantaranya:

Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat Ineu Purawadewi Sundari yang telah melakukan kegiatan resesnya di LINGGAR JAYA, Kabupaten SUMEDANG sempat menyatakan Selama masa reses, Anggota DPRD diharapkan semakin dekat secara psikologis dengan masyarakat. Selain itu anggota DPRD memiliki kewajiban untuk menyerap, menghimpun, menampung, dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat. Ujarnya.

Ketua Fraksi PKB DPRD Jabar Oleh Soleh yang melaksanakan Reses III di Kecamatan Sukaratu Kab Tasikmalaya, mendapatkan aspirasi terkait dengan Sanitasi , Pelayanan Kesehatan dan sektor Pertanian yang perlu perlu perhatian serius , utamanya Rumah Sakit Rujukan dari RSUD banyak yg tidak tertampung , sehingga adanya BPJS belum dirasakan Manfaatnya secara Utuh , di karenakan RS 2 acap kali memandang sebelah mata bagi warga SKTM. (red).

Bagikan
Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *