oleh

Aher Wacanakan Penerbangan ‘Direct’ Jabar – Babel

pesawat-milik-tni-al-kini-terparkir-di-bandara-depati-amirPANGKAL PINANG BB.Com Melihat banyaknya warga asal Jawa Barat yang menetap di Kepulauan Bangka Belitung (Babel), dan juga masyarakat Babel yang sering ke Jawa Barat dengan tujuan pendidikan, bisnis, maupun wisata. Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, mengungkapkan dirinya sempat membahas ide kerjasama membuka penerbangan ‘direct’ atau langsung, antar Provinsi Jawa Barat – Bangka Belitung.

“Ada ide kerjasama membuka jalur penerbangan. Supaya masyarakat sini (Bangka Belitung) yang ke Jawa Barat tidak perlu ke Cengkareng dulu, karena jarak Cengkareng ke Jawa Barat-nya lebih lama dari pada penerbangannya. Kita ingin ada penerbangan direct,” kata Aher di Pangkal Pinang, Rabu (03/08/2016).

BACA JUGA  Partai Berkarya Berpotensi Lolos Parlementary Threshold

Terkait hal tersebut, dia menjelaskan akan mempelajari kondisi dan kesiapan Bandara Husein Sastranegara di Bandung, Jawa Barat, begitu pula situasi Bandara Depati Amir di Kota Pangkal Pinang, Kepulauan Bangka Belitung. Tak lupa, konsultasi dengan instansi terkait ide tersebut pun perlu dilakukan.

Namun, lanjut Aher, akan lebih siap dan yakin lagi mengenai pembukaan penerbangan antar provinsi tersebut bila Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati di Majalengka selesai pembangunannya. Dimana setelah diambil alih Pemerintah Pusat, dan didanai APBN, Bandar Udara ini dijadwalkan rampung 2017 atau awal tahun 2018.

BACA JUGA  "Pemerintah perlu Segera Membuat Crisis Center Pengendalian Virus Corona"

Aher yakin, bandar udara dengan luas sekitar 1.800 hektar akan menjadi bandara terbesar di daerah yang mampu melayani berbagai penerbangan, termasuk ide membuka penerbangan Jabar – Babel ini.

“Tentu kita akan lihat suasana Husein Sastranegara seperti apa, kemudian kalau nanti ada bandara baru yang sudah jadi, tahun 2017 kita punya bandara baru. Itu sudah sangat nyaman. Karena Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati itu akan jadi bandara besar di daerah,” katanya.

“Kalau Kertajati jadi, sudah sangat gampang,” imbuh Aher. (dp)


Komentar