oleh

A2PN Menilai Ada Dugaan Mark`Up Pengadaan Rebana dan Pakaian di Kesra Kab OKI

Ing SuardiPALEMBANG BBCom– Aliansi Anti Perampok Negara ( A2PN ) Sumatera Selatan (Sumsel) menuntut pihak Kejaksaan Negeri ( Kejari) OKI untuk mengusut tuntas indikasi mark`up pembelian rebana dan pengadaan pakaian tahun 2016 yang terjadi pada Dinas Kesra Kabupaten OKI, (29/8). Hal tersebut dikatakan oleh Ing Suardi kepada BBCom.

Dikatakannya, kegiatan pengadaan tersebut ada dugaan penyimpangan anggaran  APBD kabupaten OKI, pasalnya pembelian rebana dengan nilai kontrak 2 milyar lebih dan pengadaan pakaian dengan nilai kontrak 800 juta dinilai banyak kejanggalan.

BACA JUGA  Dodi Ik, Akan Berikan Bantuan Hukum Gratis Kepada Korban Ketidakadilan

“Kami sangat menyanyangkan atas perilaku dan tindakan Kesra kabupaten OKI, karena proyek tersebut telah melanggar aturan keppres tahun 2000 yang mengatur tentang proses tender.” Ujar Ing Suardi

Ing Suardi berharap kepada Kejari Kabupaten OKI. “Untuk transparan kepada masyarakat dalam menangani kasus tersebut, jika tidak terbuka Kejari Kabupaten OKI harus mundur dari jabatannya”, tegasnya.

BACA JUGA  Ignasius: Peralatan Kebencanaan Badan Geologi 2017 Harus Diperbaharui

Sementara itu Kepala Bagian Kesra Kabupaten OKI, Aznil saat dikonfirmasi melalui pesan singkat sms tidak menjawab terkait kasus dugaan mark`up ini, (Pani)


Komentar