GBLA Masih Mempunyai Kesempatan Untuk Pembukaan PON XIX 2016

3 Juni 2016 / 15:14 WIB Dibaca sebanyak: 1080 kali Tulis komentar

GBLABANDUNG BBCom– Wali Kota Bandung, M Ridwan Kamil melakukan peninjauan langsung progres perbaikan Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) di Desa Mekar Mulya Kecamatan Gedebage, Kamis (02/06/2014).

Stadion GBLA masih mempunyai kesempatan besar menjadi tempat penyelenggaraan pembukaan dan penutupan Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX/2016 bulan September mendatang jika Ketua Umum Panitia Besar (PB) PON XIX/2016 cepat mengambil keputusan.

“Tinggal dari pihak PB PON dan Provinsi segera meninjau mengambil keputusan apakah ini bisa digunakan untuk pembukaan atau penutupan,” terang Ridwan.

Optimisme Ridwan tersirat usai melakukan peninjauan karena secara teknis struktur bangunan Stadion GBLA sangat aman jika dipenuhi penonton setelah melihat progres uji beban menggunakan Mesin Data Logger yang dilakukan oleh Tim ahli bentukan Bareskrim Mabes Polri yang terdiri berbagai bidang ilmu yang antara lain ahli struktur, mekanika tanah, arsitektur, sistem drainase, konstruksi.

“Kesimpulannya secara teknis bagunan ini bebannya aman, menjawab pertanyaan dari Bareskrim apakah aman jika digunakan dibebani dan tim Puslitbangkim melakukan uji dengan dibebani dua tiga kali lipatpun daya tahannya sangat kokoh masih jauh diambang batas yang menghawatirkan.”

Ridwan menyatakan dua berita baik terkait progres perbaikan GBLA, “Alhamdulillah semua berita baik, pertama kecepatan memperbaiki oleh kontraktor ternyata dua kali lipat dari target harusnya hari ini 19 persen perhari ini sekarang sudah mencapai 48 persen, jika dengan kontraktor kerja keras kita bisa menghemat satu bulan waktu dari jatah tiga bulan yang kita siapkan untuk perbaikan.”

Lebih lanjut dikatakannya, “Berita baik kedua, kita melakukan tes beban dan bisa lihat disini 5,4 ton benda padat disimulasikan seolah-olah tribun diisi manusia 500kg permeter persegi, walaupun berat tiga kali lipat dari normal manusia permeternya ternyata tidak menyebabkan ‘lendut’ (melengkung red.) ukurannya 1,19mm padahal dari teori mekanik sipilnya lendutan itu diijinkan 7,5mm.”

Dalam wawancaranya Ridwan menegaskan tribun penonton walalupun telah diberi beban tiga kali lipat beban manusia normal lendutnan masih kecil, “Artinya sangat aman dengan beban melebihi manusia normal permeter perseginya, jika dihitung manusia berempat rata-rata 320kg ini dibebani 800 kg  permeter perseginya.”

Dikatakan Ridwan empat lantai Stadion GBLA yang berkapasitas kursi sebanyak 38.000 tempat duduk (single seat) itu tidak kalah dari stadion yang pernah ia kunjungi sehingga ia menginginkan pada saat serah terima barang dari kontraktor PT. Adhi Karya bersih dan baru kembali, “Serah terima nanti kinclong lagi jangan ada debu debu, tidak ada keramik pecah, dicat kembali sesuai dengan standar serah terima proyek mulus, saya pernah ke stadion Barcelona dan Madrid Stadion GBLA tidak kalah bagus.”

Stadion GBLA kedepan apabila telah siap digunakan pengelolaannya akan dilelangkan kepada pihak ketiga, “Sudah ada studi dari Unpad, kami dari Pemkot Bandung jika ada fasilitas baru tidak akan mengelola sendiri karena SDM kita terbatas lebih baik dikelola oleh profesional pihak ketiga, fasilitas skala besar ini kita perlu lelang mana yang punya pengalaman yang baik dan nilai ekonomi paling baik.” ujar Ridwan.

Dipertegas oleh Ahli Bidang Jasa Konstruksi, Kasatker Kementerian Pekerjaan Umum sebagai Ketua Tim Ahli bentukan Bareskrim Mabes Polri, Priyo Susilo,”Kita mulai uji beban skala penuh dasarnya SNI (standar nasional indonesia tentang uji beban red.), diperencanaan 500kg permeter persegi artinya tiga kali lipat manusia yang ada, dan beban tadi dikalikan dengan faktor yang singkatnya kita uji 6 meter persegi seberat 5,4ton disatu segmen, jika dalam 24 jam lendutan maksimal melewati 7,54mm sesuai rumus maka dinyatakan gagal tidak aman.” (kur/yan)


Bagikan
Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *