SDN 108 Ciumbuleuit Sekolah Minimalis Penuh Prestasi.

12 Mei 2017 / 06:49 WIB Dibaca sebanyak: 419 kali Tulis komentar

BANDUNG BB.Com. LOKASINYA berdekatan dengan salasatu kampus universitas terkenal yaitu di seputaran Jl. Ciumbuleuit Bandung. Lebih tepatnya di Jl. Bukit Indah no.12. Ya..inilah SDN 108 Ciumbuleuit kota Bandung.

Bangunannya memang terlihat minimalis, tetapi masalah prestasi, jangan ditanya lagi, terbilang bagus.

Een Suharni S.Pd, selaku Kepala Sekolah. Mengatakan bahwa dirinya, masih terbilang baru dipercaya untuk mengelola sekolah ini.

“Alhamdulillah…baru sekitar satu tahunan, saya menjadi Kepsek di sekolah ini,” ujar Een Suharni dan memperkenalkan beberapa guru di sekolah ini, penuh dengan keramahan kepada BB.Com.

Beberapa siswanya kerap terpilih menjadi juara dalam lomba Paduan Suara. Bahkan Paduan Suara SDN 108 Ciumbuleuit ini. Pernah mendapatkan kesempatan tampil di Balaikota Bandung. Dan disaksikan oleh Walikota Bandung serta pejabat lainnya dan tentunya pejabat dari Disdik kota Bandung dengan membawakan lagu “Bandung Masagi”.

Walaupun desakan seni budaya asing terus menggerus datang ke Indonesia. Namun tetap SDN 108 Ciumbuleuit kota Bandung ini. Selalu memegang kendali dengan cara membentenginya dengan seni dan budaya tradisional Sunda.

“Membentengi seni budaya asing jelas penting. Makanya ekstra kulikuler (ekskul) disini tari tradisional Sunda, angklung serta beberapa seni lainnya. Bahkan kami sudah mempersiapkan beberapa siswa untuk berlatih Pupuh. Sebab belajar seni Pupuh harus serius,” tutur Een Suharni agak serius berbicaranya.

Prestasi yang sempat diraih SDN 108 Ciumbuleuit ini. Selain bidang seni, siswanya sempat juga meraih prestasi bidang IT dan MIPA untuk gurunya..

“Pokoknya saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk mengangkat SDN 108 Ciumbuleuit ini. Baik di bidang akademik maupun non akademik,” papar Een Suharni penuh dengan ambisi.

“Terus terang saya mah..orangnya penuh dengan ambisi. Jadi walaupun di sekolah ini fasilitasnya minimalis, tapi harus sarat dengan prestasi,” timpalnya lagi dengan logat Sunda-nya, penuh dengan semangat. (Herry Kasep).


 

Bagikan
Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *