SDN 097 Cirateun Kulon Bandung “Pilot Project” Bangunan “Tahan Gempa”.

1 Mei 2017 / 10:48 WIB Dibaca sebanyak: 320 kali Tulis komentar

BANDUNG BB.Com. LETAKNYA,  memang berada dikawasan Bandung Utara atau lebih dikenal di daerah Ledeng Jl. Dr. Setiabudi  berbatasan dengan Bandung Barat.

Ya…itulah SDN 097 Cirateun Kulon Kota Bandung. Dan ternyata sekolah ini, merupakan “Pilot Project” sebagai salasatu bangunan sekolah “Tahan Gempa”. Bangunan sekolah ini dirancang oleh beberapa ahli kontruksi bangunan swalayan di Jepang. Dan untuk pembangunan sekolah ini oleh para ahli kontruksi bangunan swalayan Jepang, dipercayakan kepada para ahli kontruksi bangunan dari ITB (Institut Teknologi Bandung) pada tahun 2007.

Namun jika mendengar nama daerah Cirateun. Justru banyak sekali, orang menduga bahwa Cirateun terletak di daerah Bandung Timur. Padahal kalau di daerah Bandung Timur adalah daerah yang bernama Cisaranten.

“Ya…letak daerah sekolah kami ini, kurang dikenal, mungkin karena kurang promosi. Jadi kalau bicara Cirateun, rata-rata orang bilang dan hapalnya yaitu Cisaranten yang berada di daerah Bandung Timur hahaha… Coba lihat bangunannya ada ciri khas dengan batu-batu. Dan itu kan…ciri khas dari bangunan-bangunan di kampus ITB,” papar Asep Saefudin salasatu guru senior di SDN 097 Cirateun Kulon ini sambil tertawa.

Masalah kepedulian terhadap seni dan budaya Sunda. Ternyata sekolah ini sudah tidak diragukan lagi. Sekolah ini kerap mendapatkan penghargaan, dalam bidang seni dan budaya Sunda. Bahkan tim keseniannyakerap diundang tampil di Pusdik Ajen Lembang. Bahkan kerap menjadi “mitra” UPI (Universitas Pendidikan Indonesia) Bandung. Sebagai tempat praktek para mahasiswa/i-nya.

“Jujur kalau masalah seni dan budaya Sunda di sekolahan ini sudah tidak diragukan lagi. Baik Upacara Adat Sunda, Calung, Degung dan Seni Sunda lainnya,” papar Asep Saefudin kepada BB.Com.

“Alhamdulillah di sekolah ini ada ahlinya untuk Seni Karawitan. Bahkan alat-alat karawitan terbilang lumayan komplit,” timpalnya lagi.

Ketika disinggung masalah kendala, Asep Saefudin tersenyum. “Kita mah.. yang nyata saja. Masalah pelajaran agak merosot, mungkin karena disebabkan oleh masalah kurikulum yang masih belum tuntas. Artinya memang SDM-nya yang harus lebih ditingkatkan. Biar para guru mempunyai pegangan yang pasti,” papar Asep Saefudin sedikit mengkritisi dengan logat Sunda-nya yang kental.

Ketika Kepala Sekolah SDN 097 Cirateun Kulon yaitu Wawan Supriban, SP.d dikonfirmasi. Ternyata beliau sedang sibuk. Dan merekomendasikan, bahwa wawancara dengan BB.Com, kepada Asep Saefudin, selaku guru paling senior dan telah mengabdi di sekolah ini lebih dari 34 tahun. (Herry Kasep).


 

Bagikan
Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *