Pilgub Jabar, PDIP Usung TB. Hasanuddin-Anton Charliyan

7 Januari 2018 / 17:46 WIB Dibaca sebanyak: 189 kali 1 Komentar

BANDUNG BBCom-Pasangan calon Gubernur-Wakil Gubernur Jawa Barat yang akan diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) akhirnya terjawab sudah, setelah Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarno Putri secara resmi mengumumkan pengusungan Mayjen TNI (Purn) Tubagus (TB) Hasanuddin sebagai calon Gubernur dan Irjen Pol Anton Charliyan sebagai calon Wakil Gubernur untuk maju di Pilgub Jabar 2018.

Pengumuman paslon Gubernur Jabar Tb Hasanuddin –Anton Charliyan disampaikan oleh Megawati bersamaan dengan pengumuman 6 paslon Gubernur di Kantor DPP PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Minggu (7/1/2018).

Mayjen TNI (Purn) TB.Hasanuddin adalah kader asli PDIP yang kini masih menjabat sebagai Ketua DPD PDIP Jabar dan Pimpinan Komisi II DPR RI, sedangkan Irjen Pol Anton Charliyan adalah mantan Kapolda Jabar yang kini masih menjabat di Mabes Polri.

Dengan telah ditetapkannya Tb Hasanuddin-Anton Charliyan oleh PDIP, maka di hampir dapat dipastikan pertarungan Pilgub Jabar akan diikuti empat paslon, yaitu Mayjen TNI (purn) Sudrajad-Ahmad Syaikhu; Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi; Tb Hasanuddin-Anton Charliyan dan Ridwan Kamil – Uu Ruzhanul Ulum.

Menurut, Analis Kebijakan Pemerintahan Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani), Wawan Gunawan, keputusan DPP PDI-P sangat brilian dalam mengambil langkah di Pilgub Jabar. Penunjukan TB dan Anton sangat strategis dalam menghadapi pilkada terbesar di Indonesia.

“Ibu Mega (Megawati Sokarnoputri) sangat berani dalam hal ini. Sekaligus Ibu Mega menguji soliditas partai,” kata Wawan kepada rmoljabar.com.

Dikatakan, Wawan Gunawan yang akrab dipanggil Wagoen, jika PDI-P mampu merebut kemenangan di Pilgub Jabar, maka soliditas kader partai berlambang banteng moncong putih akan menjadi virus positif bagi kader PDI-P di provinsi lain.

Hal itu sangat bagus bagi PDI-P. Pasalnya modal kemenangan di Pilgub Jabar, akan dibawa untuk menghadapi Pilpres 2019 mendatang. Apalagi bila PDIP mampu memenangkan pertarungan Pilgub Jabar 2018, maka soliditas gotong-royong kader PDI-P Jabar dapat menjadi virus positif bagi kader-kader PDI-P di provinsi lain. Jika begitu maka bagus bagi modal mensukseskan pilpres,” jelasnya.

Dia menambahkan, keputusan PDI-P di Pilgub Jabar merupakan gambaran dari Megawati yang meragukan kualitas koalisi yang selama ini beredar dan lazim di pilkada. Menurut dia, koalisi yang banyak beredar hanya sebatas akal-akalan saja untuk melahirkan penguasa.

“Ini menggambarkan bahwa Ibu Mega meragukan kualitas koalisi yang memang selama ini koalisi itu lebih banyak dijadikan alat akal-akalan saja untuk melahirkan penguasa, ketimbang sebagai alat untuk melahirkan pemimpin,” tegasnya.(ris/red)

Bagikan
Share

1 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *