Penyidik Harap Pantau Pembangunan Pagar SMAN 2 Banjarsari

27 September 2016 / 23:22 WIB Dibaca sebanyak: 1077 kali Tulis komentar

sman-2-banjarsariCIAMIS BB.Com–Rendahnya kualitas pekerjaan pembangunan pagar dan gapura SMAN 2 Banjarsari Kabupaten Ciamis disorot berbagai kalangan. Pekerjaan yang bernilai ratusan juta tersebut diduga sarat dengan konsfirasi antara pihak sekolah, pelaksana dan oknum pejabat dinas pendidikan Kab Ciamis. Maka banyak pihak berharap penyidik untuk periksa kegiatan tersebut.

Kepala sekolah SMAN 2 Banjarsari Yaya saat dimintai tanggapannya menjelaskan, bahwa pihak sekolah hanya menerima bangunan saja, mengenai kwalitas pekerjaan merupakan wewenang pihak Dinas Pendidikan.

Soal dugaan rendahnya kualitas yang menjadi sorotan. Tim BB.Com mencoba menghubungi pihak pengusaha sebagai pelaksana lewat ponsel selulernya, Beliau mengatakan untuk menyelesaikan konfirmasi silahkan temui orang di lapangan. Karena tidak memberitahukan siapa nama yang harus di temui. Hingga berita ini ditulis media ini belum menerima klarifikasi dari orang yang ditunjuk oleh pihak pengusaha.

Hasil pantauan tim BBCom di lokasi, terbukti menurut salah seorang pekerja bangunan, tidak tau siapa pelaksana dan pengawas di lapanganya.

“Kami hanya pekerja dan tidak tau siapa nama Dirut Perusahan yang melaksanakan kegiatan ini” katanya

Pekerjaan yang di biayai APBD Kabupaten ini dinilai kurang di perhatikan. Karena pelaksanaan pekerjaan minimal maksimalnya, harusnya perusahaan menyiapkan direksi keet, buku tamu dan sarana lainya untuk menunjang pelaksanaan pekerjaan.

Pengawasan pelaksanaan oleh pihak Dinas Pendidikan belum maksimal, karena adukan pasirpun masih menggunakan manual tidak memakai mesin molen ( mesin aduk ) dan tidak memperhatikan takaran ukuran, berapa ukuran semen dan ukuran pasir. Sehingga hasil dari pengecoran tiang gapura kurang berkualitas, Sebab tiang coran tersebut masih basah belum kering betul.

Berdasarkan informasi yang di terima BBcom, santer terdengar ada oknum guru yang ikut menjadi makelar proyek tersebut, sehingga kondisi fisik bangunan kwalitasnya rendah, karena anggarannya diduga banyak benceceran ke oknum tertentu. (****)


 

Bagikan
Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *