Pemprov Jabar meluncurkan Pendidikan Vokasi SMK

2 Agustus 2017 / 07:59 WIB Dibaca sebanyak: 215 kali Tulis komentar

JABAR BBCom– Kepala Bidang Pendidikan Menengah Kejuruan (PMK) Dinas Pendidikan Jabar, DR. Dodin R Nuryadin mengatakan, Pemprov Jabar sendiri sudah memberikan perhatian khusus sesuai kebijakan pusat, contohnya, seperti di Karawang kemarin, Jabar meluncurkan Pendidikan Vokasi SMK. Hal ini, sebagai bukti tindak lanjut dari inpres no 9/2016.

Pada saat peluncuran program Pendidikan Vokasi SMK tersebut, telah dilakukan MoU dengan beberapa perusahaan industri di wilayah Karawang dan Bekasi. MoU tersebut bertujuan untuk membangun Link and Match atau mempererat lagi hubungan kerjasama antara industri dengan SMK, kata Dodin saat ditemui dikantor Dinas Pendidikan Jabar, Senin (31/07).

Dikatakan, program pendidikan vokasi seperti ini, sebelumnya sudah dilakukan di Jatim oleh Wapres, di Jateng oleh Kemendikbud dan di Jabar oleh Presiden karena Jabar memiliki SMK terbanyak dan terbesar di Indonesia.

Di Jabar saat ini ada sebanyak 750 SMK dan ini sudah menjadi target yang akan di Link and Match-kan tapi kemarin belum tercapai, baru sekitar 372 SMK. Hal ini karena beberapa industri belum siap. Namun demikian Jabar masih tersebar. Untuk itu secara bertahap, kita ingin mencapai angka 750 SMK (semua SMK-red) sesuai target Nasional yang diberikan oleh Kemendikbud untuk wilayah Jabar, ujarnya.

Dodin juga mengatakan, bahwa dalam perjanjian dengan pihak industri tercantum beberapa poin misalkan, akan membangun teching industri di Sekolah, akan membantu peralatan, akan meberikan pelatihan kepada guru dan siswa, atau magang di industri yang bersangkutan. Dan yang paling penting industri harus menyerap lulusan SMK yang sesuai dengan kerjasama, sehingga jangan sampai terjadi siswa SMK praktek di industri A, tapi setelah lulus dan mendaftar ke indusrti yang bersangkutan tidak bisa.

Hal ini, jangan sampai terjadi, untuk itu, saya minta agar siswa yang telah melakukan praktek/ PKL di industri tersebut, dapat langsung diterima, ujarnya.

Selain itu, di sekolah kini sudah ada pelatihan Double Competetion , misalkan guru bahasa Indonesia menjadi guru multymedia. Bahkan dibolehkan, guru dari industri untuk mengajar di sekolah dengan catatan, Sertipikasi keahlian kompetensi profesi dikeluarkan oleh industri, sedangkan kelayakan mengajar oleh Mendikbud.

Bahkan kurikulum sekolah SMK dapat disesuaikan dengan kebutuhan industri yang bersangkutan. Jadi tidak terpaku dengan kurulum yang sudah ditetap, tapi fleksibel. Dengan catatan pembelajaran di SMK itu 40% teori dan 60% praktek.

Sementara itu terkait, Data semua industri di Jabar sudah tercatat di Kementrian Indag, untuk itu, kita telah minta ke pusat agar seluruh industri di Jabar, secepatnya menjalin kerjasama dengan SMK untuk suksesnya program pendidikan vokasi di Jabar. Bahkan kita berharap, walaupun industrinya berada di Karawang atau Bekasi tetapi membina dan bekerjasama dengan SMK di Garut, Ciamis atau kabupaten/kota lainnya.

Lebih lanjut, Dodin juga mengatakan, agar lulusan SMK tidak menjadi penyumbang angka pengangguran, untuk itu dalam rangka meningkatkan kompetensi lulusan SMK, Disdik Jabar mendapatkan dukungan guru, peralatan dan fasilitas lainnya. Bahkan tahun ini saja, dukungan DAK dari pusat untuk peralatan sebesar hampir Rp.100 miliar ditambah uang praktek sekitar Rp.170 miliar. Ini merupakan bentuk-bentuk dukungan terhadap SMK.

Hal ini sesuai dengan slogan SMK :” Winning the Global Competetion”/ memenangkan persaingan global, dengan memiliki keahlian, memiliki kemandirian dan siap untuk bekerja, tandasnya. (sein/red).

Bagikan
Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *