LPTK dan Asosiasi Profesi Lanjutkan USAID PRIORITAS

21 Februari 2017 / 19:53 WIB Dibaca sebanyak: 272 kali Tulis komentar

BANDUNG BB.ComMenjelang berakhir program pengembangan kualitas pendidikan di Indonesia yang didanai oleh Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID), Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) Jawa Barat berkomitmen melanjutkan praktik baik yang selama lima tahun telah dikembangkan oleh USAID PRIORITAS. UPI, UIN Bandung, dan LPTK konsorsiumnya menyatakan komitmen kuat untuk merawat serba praktik baik dampak program. Terlebih lagi, sekolah binaan UPI dan UIN juga menghendaki LPTK pembinanya untuk terus menjalin kolaborasi dengan pihak sekolah guna memelihara dan menyebarluaskan praktik baik tersebut.

Demikian komitmen yang mengemuka padapertemuan LPTK mitra USAID PRIORITAS di Hotel Holiday Inn Bandung, Selasa (14/2/2017). Hadir pada kesempatan initidak kurang dari 110 peserta dari unsur pimpinan perguruan tinggi mitra dan konsorsiumnya (UPI, UIN, Unpas, Uninus, STIE Siliwangi, dan IAID Ciamis), kepala sekolah dan guru dari sekolah mitra/lab LPTK, beserta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, dan Kemenag Kota Bandung.

“Para dosen yang telah dilatih USAID, yang selama ini telah menjadi fasilitator pelatihan program USAID, merupakan aset penting yang memiliki potensi untuk menjamin sustainabilitas program USAID di LPTK. Tim fasilitator ini merupakan modal dan tenaga potensial bagi UPI untuk terus melakukan upaya revitalisasi LPTK,” ujar Rektor UPI Prof Furqon, Ph.D, saat memberikan tanggapan atas presentasi dosen UPI E Kosasih dan guru SDN Sukarasa 3-4 Bandung Lilis Widiawati yang mempertunjukkan praktik baik perkuliahan, pembelajaran, dan pengembangan literasi di pergguruan tinggi dan sekolah. Prof Furqon mengatakan, model-model yang dikembangkan USAID PRIORITAS inibukan hanya perlu dipelihara tapi lebih dari itu perlu disebarluaskan untuk apa yang ia sebut sebagai upaya reformasi dan revitalisasi LPTK yang tengah dilakukan di kampusnya.

Sementara itu, Rektor UIN Bandung Prof Dr Mahmud, M.Si melihat peluang untuk menjamin keberlanjutan praktik baik warisan program USAID terletak pada assosiasi profesi pendidikan yang ada di kampus UIN. “Ke depan, kami akan mengoptimalkan asosiasi sarjana pendidikan Islam yang ada di kampus ini. Asosiasi-asosiasi inilah yang akan menindaklanjuti pengembangan sumberdaya pendidik dan tenaga kependidikan sesuai model yang dikembangkan oleh USAID,” tegasnya. Prof Mahmud juga menyebut kampusnya dan kampus-kampus LPTK lain perlu meniru USAID yang membangun kemitraan antara LPTK dan sekolah.

Dr Aan Hasanah, M.Ed, Wakil Dekan Bidang AkademikFakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Bandung, menyebut keberhasilan guru di sebuah sekolah mencerminkan keberhasilan LPTK dalam merancang dan menjalankan proses pendidikan dalam menyiapkan calon guru. Begitupun sebaliknya, ketidakberhasilan guru memfasilitasi proses pembelajaran merupakan bukti konkret ketidakberhasilan LPTK dalam program-programnya. “Untuk itu, kemitraan antara LPTK dengan sekolah merupakan suatu keniscayaan yang selalu membawa manfaat timbal-balik, bagi LPTK dan sekolah sekaligus,” tutur Aan. Keuntuangan mutualisme simbiotik dalam kemitraan LPTK-sekolah seperti itu juga ditegaskan oleh Ani Sumiani, guru MTs Negeri 2 Kota Bandung, saat tampil berbagi pengalaman praktik baik pembelajaran pada pertemuan ini.

Mohamad Ilham Argiansyah, mahasiswa FTK UIN Bandung, berbagi pengalamannya saat ia mengikuti proses perkuliahan dan saat melakukan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) di madrasah. Menurut Ilham, proses perkuliahan yang sangat praktis dan melibatkan partisipasi aktif mahasiswa itu telah memudahkan dirinya dalam melaksanakan PPL. “Bagi saya, dosen itu telah menjadi model bagi saya dalam memfasilitasi proses pembelajaran di madrasah. Perkuliahan itu sendiri merupakan contoh praktis proses pembelajaran kontekstual yang aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan,” katanya. Sebelumnya, Dosen IPA FTK UIN Yudi Dirgantara tampil berbagi praktik baik perkuliahan sejalan dengan pendekatan USAID. “Begitu pulang dari Medan setelah mengikuti pelatihan untuk pelatih (TOT), saya langsung waktu itu menerapkan model perkuliahan USAID sebelum saya melatih dosen-dosen lain,” ujar Yudi mengenang antusiasmenya empat tahun lalu. Menurut Yudi, waktu itu para mahasiswanya tampak antusias dan puas mengikut proses perkuliahan.

Direktur USAID PRIORITAS Stuart Weston mengatakan, kerjasama USAID PRIORITAS dengan LPTK sudah berjalan dengan sangat baik. Dampak program yang terjadi di LPTK dan sekolah mitra berupa praktik baik dalam perkuliahan dan pembelajaran menunjukkan hasil kerjasama yang baik. “Para dosen dan guru telah merekam praktik baik tersebutdalam buku praktik baik LPTK yang kamit terbitkan awal bulan ini. Kami berharap, praktik baik di LPTK dan sekolah itu kiranya dapat dipertahankan dan dikembangkan lebih lanjut oleh LPTK dan sekolah,” katanya. Stuart juga yakin, pertemuan ini merupakan kesempatan yang baik untuk mempersamakan persepsi dan menyusun strategi keberlanjutan program USAID PRIORITAS yang akan segera berakhir.

Di akhir pertemuan, para peserta dari enam LPTK dan delapan belas sekolah mitranya, yakni 12 SD/MI dan 6 SMP/MTs yang berada di Kota Bandung dan Kabupaten Bandung Barat, itu kemudian melakukan diskusi merancang kegiatan untuk keberlanjutan program USAID PRIORITAS. Pembahasan terutama difokuskan pada penguatan kemitraan antara LPTK dan sekolah dalam meneruskan berbagai praktik baik pembelajaran, manajemen, dan budaya literasi sehingga kedua belah pihak memetik manfaat imbal-balik. [DS]


 

Bagikan
Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *