Kancah PPL Harus Cetak Calon Guru Profesional

9 September 2016 / 00:04 WIB Dibaca sebanyak: 571 kali Tulis komentar

img_9098Bandung BB.Com– Dosen itu merupakan model bagi guru dan mahasiswa calon guru. Bagaimana guru berperilaku itu banyak bergantung pada bagaimana dosen berperilaku. Guru juga merupakan model bagi para peserta didik. Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) merupakan pengalaman yang sangat mengikat bagi para praktikan dan ruang pemodelan bagi para dosen dan guru. Di satu sisi, sebagai calon guru, mahasiswa peserta PPL menerapkan berbagai ilmu pengetahuan yang diperoleh dalam proses perkuliahan ke dalam praktik nyata di sekolah. Melalui reduksi materi, pemodelan, dan analogi, praktikan mendorong peserta didik untuk berpikir dan mau mengembangkan diri. Dosen pembimbing lapangan (DPL) dan guru pamong (GP) perlu memahami dan menelaah secara detail praktik pembelajaran peserta PPL sehingga dapat mengawal proses pembelajaran menjadi praktik pembelajaran yang baik, sebagaimana dilatihkan oleh USAID PRIORITAS.

Demikian ungkap Wakil Rektor UPI Prof. Dr. Asep Kadarohman, M.Si pada pelatihan dosen, guru pamong, dan mahasiswa calon guru di Bandung, Selasa (6/9). Pelatihan yang melibatkan dosen, guru, dan mahasiswa ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas PPL mahasiswa Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) di Sekolah Menengah Pertama dan Madrasah Tsanawiyah. Peserta terdiri atas perwakilan dosen dan mahasiswa UPI dan UIN Bandung, serta guru sekolah/madrasah mitra dan lab UPI dan UIN Bandung.

Erna Irnawati, Koordinator USAID PRIORITAS Jawa Barat, menengarai tidak sedikit guru merasa kesulitan menyampaikan materi kepada peserta didik secara aktif, efektif, dan menyenangkan, bahkan tak sedikit guru hanya menyampaikan materi dengan ala kadarnya dan belum berpusat pada siswa. “Untuk itu, para calon guru harus disiapkan sebaik mungkin agar nanti tidak hanya sekedar menggugurkan kewajiban mengajar tapi mampu mengelaborasi kemampuan anak,” tutur Erna.

Mengantisipasi persoalan semacam itu, menurut Erna, PPL menjadi kegiatan yang sangat penting bagi calon guru. Para DPL dan GP memainkan peranan penting dalam membimbing para peserta PPL secara teratur dan by design. Proses pembimbingan praktikan PPL semestinya dapat menemukan kelebihan dan kekurangan praktikan PPL dan menjadi inspirasi bagi praktikan/calon guru dalam memperbaiki kelemahan dan mengembangkan kelebihan. Ketika menjadi guru yang sesungguhnya, lanjut Erna, pengalaman selama melaksanakan PPL akan menjadi bekal penting memandu praktik pembelajaran yang baik. “Pelatihan tiga hari ini diharapkan memberikan penguatan baik kepada mahasiswa praktikan, DPL, dan GP sehingga PPL menjadi kancah yang akan mencetak guru-guru profesional,” jelas Erna. Pelatihan ini memfasilitasi para DPL, GP, dan praktikan untuk berkolaborasi melakukan persiapan PPL dalam bentuk observasi sekolah/kelas dan konferensi, pelaksanaan praktik pembelajaran dalam bentuk pembelajaran terbimbing dan mandiri, dan evaluasi dalam bentuk refleksi.

Asep Kadarohman mengapresiasi upaya USAID PRIORITAS mendukung program peningkatan kualitas pendidikan di Jawa Barat. Asep sebut pelatihan ini sejalan dengan upaya LPTK yang sedang gencar mengembangkan riset peningkatan mutu pendidikan berbasis media pembelajaran. Perlu kolaborasi antara DPL dan GP dalam proses pembimbingan mahasiswa PPL mengenai cara mengelola kelas, menyampaikan materi, dan cara mempelakukan peserta didik yang punya rasa dan punya pikir dengan pendekatan yang berbeda satu sama lain. Asep ingin pelatihan ini menjadi model bagi para dosen, guru, dan calon guru untuk melakukan keprofesian secara berkelanjutan sesuai dengan perkembangan iptek dan generasinya. Dengan peningkatan keprofesian guru, Asep berharap, pemberian tunjangan sertifikasi kepada guru dan dosen hendaknya bukan hanya meningkatkan kesejahteraan guru dan dosen, tetapi tunjangan itu pada gilirannya mampu meningkatkan mutu dan proses pembelajaran guna menyiapkan generasi bangsa. [DS]

Bagikan
Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *