Jokowi Bagikan KIP, PKH, dan PMT di Ciamis

14 Juni 2017 / 18:50 WIB Dibaca sebanyak: 137 kali Tulis komentar

CIAMIS BBCom-Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), membagikan Kartu Indonesia Pintar (KIP) di SMAN 2 Ciamis, Jalan KH. Ahmad Dahlan No. 2 Linggasari, Kabupaten Ciamis. KIP dibagikan kepada 1.257 siswa/siswi yatim/panti di Ciamis.

Jokowi yang hadir didampingi Wakil Guburnur Jabar, Deddy Mizwar; Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy; Bupati Ciamis, Iing Syam Arifin; serta Anggota DPR RI, Puti Guntur Soekarnoputri, menerangkan bahwa jumlah dana yang terdapat pada kartu, yaitu untuk SD Rp450.000, SMP Rp750.000, dan SMA/K Rp1.000.000.

“Begitu juga untuk yang Paket A, B, C nilainya masing-masing sama,” jelas Jokowi.

Jokowi mengimbau, bahwa KIP ini dana yang terkandung di dalamnya harus digunakan untuk yang berkaitan dengan sekolah, atau pendidikan saja.

“Misal beli seragam? Boleh. Beli buku? Boleh. Beli tas? Boleh. Beli pulsa? Ya jangan,” tegas Jokowi.

“Kalau ada yang memakai dana KIP untuk beli pulsa, nanti kartunya dicabut!” ancamnya.

PKH dan PMT di Ciamis
Berlokasi Pendopo Pemerintah Kabupaten Ciamis, Presiden Jokowi, didampingi Wagub Jabar,  Deddy Mizwar, membagikan kartu Program Keluarga Harapan (PKH) dan Program Makanan Tambahan (PMT) kepada warga Ciamis, Jawa Barat.

Penerima PMT, yaitu 200 pelajar SD, 149 balita, dan 152 ibu mengandung. Penerima PKH berjumlah 259 orang.
Jokowi mengatakan bahwa PKH dalam setahun diberikan sebesar Rp1.890.000, dan bisa diambil empat kali. Dirinya mengimbau bahwa uang dalam kartu tersebut harus digunakan untuk keperluan pendidikan anak atau modal usaha.

“Jika uang PKH digunakan untuk urusan lain, pemerintah tidak segan-segan mencabut kartu itu,” kata Jokowi.

“Kalau suami minta ambil untuk beli rokok dikasih tidak? Tidak,” katanya.
Mengenai PMT, Jokowi berpesan agar makanan tambahan yang bertujuan menambah pemberian suplementasi gizi untuk melengkapi kebutuhan gizi anak tersebut dapat dikonsumsi sesuai ketentuan.

“Jangan kurang, jangan pula berlebih. Semua anak-anak kita harus memiliki gizi yang tinggi agar sehat semua sampai 20-30 tahun ke depan. Kalau sehat dan gizinya terjaga, juga akan pintar,” kata Jokowi. (Agus Budiman)

Bagikan
Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *