Jalan Lintas Timur Tidak Nyaman Untuk Dilewati, Sebuah Truk Tumbang Akibat Banyaknya Lubang

11 Februari 2017 / 13:49 WIB Dibaca sebanyak: 255 kali Tulis komentar

KAYUAGUNG BB.Com– Akibat belum adanya perbaikan dari Pemerintah Daerah maupun Pusat ruas jalan Lintas Timur Kabupaten Ogan Komering Ilir (Kab-OKI) Propinsi Sumatera Selatan (Sumsel) sudah tidak nyaman lagi untuk dilewati oleh semua jenis kendaraan, kemacetan maupun kecelakaan sudah sering terjadi di ruas jalan tersebut. Sekitar pukul 10.00wib (11/2) telah terjadi kecelakan tunggal,  sebuah truk yang membawa muatan telur ayam terbalik di jalan Lintas Timur Desa Bulu Cawang Kayuagung.

Menurut warga sekitar, truk bernomor polisi BG.8490 AQ  berpapasan dengan arah yang berlawanan namun karena jalan rusak dan banyak lubang,  truk yang berisi telur keluar jalur dan akhirnya truk tersebut tumbang (terbalik) kejadian tersebut tidak memakan korban jiwa.

Hasil pantauan BB.COM memang jalan tersebut semakin hari rusaknya semakin parah dan hampir setiap hari kemacetan terjadi. Hal ini membuat para pengendara tidak nyaman dalam menjalankan aktifitas

Berdasarkan keterangan warga setempat jalan Lintas Timur Kayuagung Penyandingan ini, ketika diperbaiki tidak berusia lama, paling batas tiga sampai empat bulan sudah rusak kekembali.  “dik de pernah beroumur panjang setiap di benahi  paling sampei batas tige sampai empat bulan ah oh rusak lagi “ungkap salah satu warga dengan bahasa daerahnya.

Sementara itu ditempat yang berbeda, menurut Robet Sekjen Komite Pemuda Pedamaran (KPP)  memang ruas jalan itu menjadi sebuah tanda Tanya, karena setiap di bangun selalu rusak.

“Sepengetauan saya  dari tahun 2012 sampai saat ini, setiap tahun di anggarankan untuk pemeliharaannya bahkan peningkatan, maka  tidak sedikit uang Negara dikuncurkan dalam perbaikkan, namun hasil yang didapat tidak memuaskan masyarakat penguna jalan.

Lebih lanjut dikatakannya, mungkin saja standar jalan tidak sesuai dengan volume atau bisa saja rekanan ada kerjasama antara pengawas PPTK maupun KPA dengan pihak ketiga sehingga tidak memenuhi kualitas yang telah ditentukan oleh konsultan perencana.

“Kalau itu di kerjakan secara swakelolah pasti jalan lebih baik”. Pungkasnya. (pani)


 

Bagikan
Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *