Intruksi Wali Kota Bandung Terkait Pengaduan Terhadap Proses PPDB di Kota Bandung

29 Juli 2016 / 05:52 WIB Dibaca sebanyak: 625 kali Tulis komentar

siswa baru 2016BANDUNG BBCom– Proses seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Kota Bandung, telah berlangsung selama tiga tahun dan pada tahun 2016 atau tahun ketiga, dinilai menunjukkan perbaikan dan peningkatan dalam proses seleksi dan pelaksanaannya.

Namun demikian, menurut Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bandung Asep C. Cahyadi,  Pemerintah Kota Bandung dalam hal ini Wali Kota Bandung, sangat memahami jika di masyarakat masih muncul pengaduan terkait adanya kekurangan dalam proses seleksi PPDB.

Menindaklanjuti masih adanya pengaduan masyarakat, terkait pelaksanaan PPDB di kota Bandung, menurut Asep, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil telah melakukan-langkah-langkah responsif sebagai berikut: Pertama, menginstruksikan kepada Inspektorat Kota Bandung untuk terjun langsung ke lapangan, melakukan penyelidikan untuk  mengungkap berbagai kecurangan yang dilakukan oleh pihak-pihak yang berkepentingan terhadap kegiatan PPDB ini, dan berbagai penyimpangan lainnya.

“Kedua,  Wali Kota juga  memerintahkan para Lurah utuk menyisir warga atau anak usia sekolah, yang karena alasan tidak mampu, atau berkategori RMP (Rawan Melanjutkan Pendidikan), tidak melanjutkan sekolah kemudian  meminta lurah untuk  memasukan anak-anak usia sekolah tersebut ke  sekolah-sekolah negeri atau swasta,” ujarnya.

Dan yang Ketiga, menurut kadiskominfo  terkait masih adanya pungutan kepada siswa baru, Wali Kota juga memerintahkan kepada sekolah-sekolah di kota Bandung untuk  tidak melakukan pungutan dalam bentuk apapun dan dengan dalih apapun kecuali sekolah yang telah memiliki RKS, yang telah disetujui dan ditandatangani oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung.

Kadiskominfo juga mengatakan bahwa  informasi ini agar dapat disebarluaskan kepada warga masyarakat, terkait menanggapi  masih adanya pengaduan terhadap pelaksanaan PPDB tahun 2016, anak-anak usia sekolah yang tidak melanjutkan sekolah, hingga sekolah yang melakukan pungutan terhadap siswa.

“Ketiga informasi di atas dapat disebarluaskan kepada masyarakat terkait masih adanya adanya tanggapan terhadap pelaksanaan PPDB 2016,” pungkasnya. (yan/kur)


Bagikan
Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *