Ineu: Optimis UN lancar

10 April 2017 / 22:35 WIB Dibaca sebanyak: 163 kali Tulis komentar

BANDUNG BB.Com– DPRD Provinsi Jawa Barat optimistis pelaksanan ujian nasional tingkat SMA berjalan lancar. Selain kesiapan yang sudah baik, saat ini pun dinilai tidak ada persoalan berarti terkait hal itu. Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat Ineu Purwadewi Sundari mengatakan, ujian nasional berbasis komputer (UNBK) dan berbasis kertas berlangsung lancar.

“Saya yakin Disdik Jabar sudah berupaya semaksimal mungkin mempersiapkan UNBK ini,” kata Ineu di Bandung, Senin (10/4). Ineu pun meyakini sistem UNBK ini bisa mencegah kebocoran jika dibandingkan dengan UN sistem konvensional karena sistem keamanan yang diterapkan sudah sistematis. Selain itu, soal untuk setiap siswa berbeda-beda sehingga mampu menekan kecurangan.

“Selamat ujian, tetap yakin dan semoga lulus dari hasil kerja keras belajar kalian,” katanya. Namun, meski sudah dipersiapkan dengan baik, menurutnya masih perlu evaluasi terhadap pelaksanaan UNBK. Terlebih, tantangan yang dihadapi selama pelaksanaannya adalah masalah yang berhubungan dengan teknologi seperti gangguan jaringan internet.

“Tentunya akan terus dilakukan evaluasi dan perbaikan-perbaikan agar ke depannya pelaksanaan UNBK makin baik dan sempurnan” ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Ahmad Hadadi mengatakan, sebanyak 244.360 siswa SMA dan sederajat di Jawa Barat mengikuti ujian nasional 2017 secara serentak mulai, Senin (10/4). Dari jumlah itu, 47.592 siswa masih melakukan ujian secara konvensional atau ujian nasional kertas pinsil (UNKP). Adapun yang menerapkan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) sudah mencapai 196.768 siswa.

“Peserta UN yang menjalankan UNBK ini mencapai 196.768 siswa atau mencapai 86 persen. Sedangkan ada 14 persen atau sekitar 47.592 masih ujian konvensional,” kata Hadadi.

Menurutnya, Kota Bandung, Depok, Bogor, Cirebon, Sukabumi dan Banjar merupakan daerah yang sudah sepenuhnya melaksanakan UNBK. Sedangkan beberapa daerah lainnya masih ada yang melaksanakan ujian manual tersebut. “Dibeberapa daerah masih ada yang menggunakan manual. Karena memang belum ada komputernya,” katanya.(***)


 

Bagikan
Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *