Gas Elpiji 3Kg Langka dipasaran

13 November 2016 / 08:38 WIB Dibaca sebanyak: 749 kali 1 Komentar

gas-elpijiBANDUNG BB.Com–Menyikapi banyaknya keluhan warga yang sulit mendapatkan gas 3 kg, Wali Kota Bandung, M. Ridwan Kamil mengeluarkan Surat Edaran Nomor 542/SE.118-DISKOPUKM & Perindag Tentang Himbauan Penggunaan Gas Elpiji. Hal tersebut dikemukakan oleh Kepala Seksi Perlindungan Konsumen dan Kemetrologian Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan Kota Bandung Yusuf D. Ramdhani dalam Bandung Menjawab di Media Lounge Balai Kota Bandung, Kamis (10/11/2016).

Penerbitan surat edaran tersebut didasarkan pada Peraturan Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) Nomor 26 Tahun 2009 tentang Penyediaan dan Pendistribusian Liquefied Petroleum Gas (LPG).

Surat edaran tersebut berisi himbauan kepada para pengguna rumah tangga dan pelaku usaha untuk memperhatikan isi kandungan dari Peraturan Menteri ESDM. Salah satunya adalah bahwa Gas Elpiji 3 kg diperuntukkan bagi rumah tangga dengan penghasilan tidak lebih dari 1,5 juta rupiah per bulan. Untuk itu, bagi yang berpenghasilan di atas 1,5 juta rupiah per bulan dan selama ini menggunakan gas elpiji 3 kg dihimbau agar beralih menggunakan gas elpiji 5,5 kg atau 12 kg.

“Memang harusnya tidak ada aturan seperti itu apabila para konsumen atau pengguna gas elpiji 3 kg sadar harusnya konsumen itu menggunakan apa. Mungkin karena alasan ekonomi, murah, sehingga mereka menginginkan epiji 3 kg,” ungkap Yusuf. Namun demikian, lanjutnya, Kementerian ESDM sudah mengatur bahwa gas elpiji 3 kg ini diperuntukkan untuk konsumen tertentu saja.

Selain itu, himbauan juga ditujukan kepada para pelaku usaha. Berdasarkan regulasi dari Kementerian ESDM, gas elpiji 3 kg diperuntukkan juga bagi pelaku usaha mikro. Adapun kriteria Usaha Mikro menurut Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil menengah (Pasal 6) adalah mereka yang memiliki kekayaan bersih paling banyak 50 juta rupiah di luar tanah dan bangunan tempat usaha, atau mereka yang memiliki hasil penjualan tahunan paling banyak 300 juta rupiah.

“Surat edaran ini dibuat untuk merespon fenomena-fenomena di lapangan, banyak penduduk menengah ke atas, restoran yang bukan usaha mikro juga menggunakan gas 3 kg,” terang Yusuf.

Pihaknya ingin mengurangi penggunaan gas elpiji 3 kg oleh pihak yang tidak berhak. Dengan demikian, proporsi penggunaan gas elpiji dapat seimbang di masyarakat. Selama ini kelangkaan gas elpiji 3 kg salah satunya disebabkan oleh penggunaan bahan bakar tersebut oleh pihak-pihak yang tidak seharusnya.

“Jumlah penduduk Kota Bandung kan 2,5 juta. Sementara kami hanya diberi kuota gas elpiji 3 kg 90 ribuan perhari. Jadi tidak bisa menutupi kebutuhan konsumsi masyarakat maupun pelaku usaha di Kota Bandung. Diharapkan, yang tidak berhak itu bisa beralih ke elpiji kemasan biru 12 kg atau kemasan pink yang 5,5 kg,” papar Yusuf.

Sementara itu, Yusuf menambahkan, diperkirakan jumlah penerima gas elpiji 3 kg di Kota Bandung adalah 62.255 kepala keluarga. “Itu jika dihitung berdasarkan data BPS untuk penerima raskin,” jelas Yusuf. Angka tersebut belum termasuk data usaha mikro kecil menengah yang juga berhak menggunakan bahan bakar gas tersebut.

Sementara itu,  Senior Sales Executive LPG Rayon VIII Wilayah Bandung dan Sumedang, Probo Prasidahayu menjelaskan bahwa Pertamina akan mensosialisasikan surat edaran tersebut ke seluruh agen dan pangkalan di Kota Bandung. Pihaknya juga akan menyasar para Camat dan Lurah agar juga bisa mensosialisasikan regulasi ini hingga ke masyarakat.

“Kita akan buat 5000 kopi surat edaran ini dalam bentuk poster. Nanti akan kami edarkan hingga ke tingkat agen dan pangkalan,” ucap Probo. (kur/ris)


Bagikan
Share

1 Komentar

  • bambang g.pramono says:

    Setuju mang, tapi yg jelas para pengecer warungan yg tidak bisa dikontrol, yg penting laku siapa aja yg beli pikir mereka, + pangkalan yg jauh dari pantauan, beli pakai mobil mewah belinya 10 tb sekaligus dipangkalan ruko Dago antapani bdg. ( foto terlampir ).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *