Gabungan Orang Tua Siswa, LSM dan OKP Kembali Geruduk Kantor Disdik Bandung

14 Juli 2016 / 18:36 WIB Dibaca sebanyak: 779 kali 1 Komentar

Foto ElvinBANDUNG BBCom – Untuk kesekian kalinya, puluhan orang tua siswa, LSM dan OKP kembali menggeruduk kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung, Jalan Achmad Yani No 39 Kota Bandung, Kamis (14/7/2016). Gabungan berbagai elemen masyarakat itu mereka namakan Gerakan Orang Tua Siswa Menggugat.

Dalam aksi demo tersebut mereka menyampaian nasib mereka terkait  Perwal Kota Bandung (Perwal) No.610 tahun 2016 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun pelajaran 2016/2017. Akibat dari perwal tersebut, membuat anak mereka tidak diterima disekolah negeri mulai dari jenjang SMP/MTs dan SMA/SMK/MA.

Para orang tua siswa dan LSM serta OKP tersebut menilai Perwal yang telah ditanda tangani Walikota Bandung, Ridwan Kamil adalah tidak sah. Karena dianggap terjadi kejanggalan serta tidak berpihak kepada masyarakat yang tidak mampu, khususnya warga Kota Bandung yang ingin melanjut pendidikan.

Menurut koordinator aksi Gerakan Orang Tua Siswa Menggugat, Elvin Yoshefin, Perwal No. 610/2016, tersebut banyak ketimpangan dan tidak memenuhi aspek keadilan di masyarakat. “Dan itu bisa dibuktikan lanjut dia saat ini betapa banyaknya anak didik yang dikecewakan karena tidak ada kejelasan dari pemerintah Kota Bandung, terhadap siswa untuk melanjutkan pendidikan
kesekolah negeri,” tukas Elvin.

Selain itu kata Elvin, Perwal tersebut dirasa tela melecehkan Instruksi Presiden Joko Widodo (Inpres) No.07 tahun 2014, tentang percepatan dan penanggulangan kemiskinan di Indonesia, yang salah satunya telah dikeluarkannya dengan nama Kartu Indonesia Pintar (KIP), tujuannya agar anak didik di Indonesia dari kalangan orang tua tidak mampu dapat mengeyam pendidikan lanjutan di sekolah negeri, tapi nyatanya sampai saat ini masih banyak anak yang tidak diterima disekolah milik pemerintah tersebut, tegas dia.

Elvin, berharap dalam hal penyampaian aspirasi tersebut pihak Disdik Kota Bandung, terutama Elih Sudiapermana, dapat menerima aspirasi dari para orang tua siswa yang anaknya tidak diterima disekolah negeri, namun hingga saat ini Elih tidak menampakan dirinya. “Jangankan Elih (Kadisdik), dengan Walikota Ridwan Kamil pun, saya siap berhadapan untuk berargumentasi tentang Perwal yang dia tetapkan,” ucapnya.

Ditempat yang sama Ibu Mersi, salah satu dari orang tua siswa kepada *BandungBerita.com, *mengaku dirinya sangat kecewa dengan kebijakan dari Walikota Bandung, yang tertuang dalam Perwal tersebut. Dirinya kecewa karena anaknya yang *passing grade* nya 31,00 tidak diterima disalah satu SMA Negeri di Kota Bandung, sedangan beberapa siswa baru dari luar Kota Bandung, dengan *passing grade* yang nyata-nyata hanya 28, tetapi diterima disekolah tersebut. Belum lagi disekolah (SMA Negeri) lain, masih ada yang menerima siswa baru lewat “jalur belakang” alias menyuap kepihak sekolah dengan uang puluhan juta rupiah, ungkap Mersi.

Sementara itu Elih, hingga saat ini belum bisa ditemui karena tidak jelas agenda kegiatannya, dihubungi melalui telepon selulernya tidak ada jawaban. *(oni/d’yol)*


 

Bagikan
Share

1 Komentar

  • Ron says:

    Sejatinya Setiap Peraturan Pemerintah terutama Perwal No.610/2016, mempertimbangkan Aspek kepada Warga Kurang mampu agar, mereka dapat mengenyam pendidikan (Sekolah) negeri……………

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *