Dukung Para Pegiat Industri Kreatif, Literatur Indonesia (LINI) Dirilis

25 November 2017 / 17:14 WIB Dibaca sebanyak: 4376 kali Tulis komentar

PADANG BBCom– Melihat semaraknya literasi di Sumatra Barat, Penerbit Buku Rumahkayu merilis Literatur Indonesia (LINI) pada hari Kamis 23/11/2017 di Gubuk Coffee – Jembatan Kalawi, Kelurahan Kalumbuk, Kota Padang. Di gelaran perdananya ini, mengangkat diskusi bertema ‘Bicara Soal Penulisan dan Penerbit Alternatif’, yang menghadirkan Aldo Zirsof, Pengelola Goodreads Indonesia, yang bertindak sebagai Narasumber, dan dimoderatori oleh Alizar Tanjung, dengan Fitria Kamta sebagai Pembawa Acara. Kegiatan berlangsung dari jam 19.00 – 23.00 WIB, meski hujan tengah merundung kota, namun acara dapat terlaksana dengan lancar dan sukses.

“Literatur Indonesia yang kita sebut dengan LINI akan diadakan setiap bulan, berarti dalam setahun kita akan punya duabelas event. Ini bekal untuk mengangkat sebuah event festival,” kata Alizar Tanjung, Owner Penerbit Rumahkayu, ketika diwawancarai seusai acara, Kamis (23/11/2017).

Acara ini dihadiri oleh 60 orang pegiat seni dari berbagai komunitas kepenulisan dan seni di Sumatra Barat. Sebelum narasumber mempresentasikan materi, Lismomon Nata Sultan Kayo, Muhammad David, Vina, Denni Meilizon dan Muhammad Fadhli, tampil baca puisi.

“LINI adalah ruang bagi kebudayaan, kesenian, dan industri alternatif. Industri alternatifnya selain kesusastraan, juga sinema art, tari, pantomim, musik, kriya, fotografi, desain ruang, dan lainnya. Semoga ke depannya, LINI bisa menjadi pusat referensi kebudayaan dan kesenian bagi industri kreatif,” kata Alizar, Inisiator berdirinya LINI.

Alizar juga mengatakan, “Literasi yang berhubungan dengan kesusastraan juga menjadi prioritas, LINI bisa dimanfaatkan untuk membahas dunia kepenulisan, peluncuran buku, bedah buku, dan pendistribusian. Ini juga terbuka bagi buku yang bukan terbitan Rumahkayu. Pada event bulanan LINI, kita juga membuka bazar buku, bagi yang ingin ikut memasarkan bukunya dapat menjalin kerjasama dengan Lini Buku. Selain lewat bazar, Lini Buku juga melakukan pemasaran secara toko online dan toko offline.”

Seperti yang juga dikatakan oleh Alizar, “Event malam ini juga sekalian menjadi moment pendeklarasian eksistensi LINI. Secara informal, mulai hari ini aktivitas LINI mulai berjalan. Harapannya, ini akan berjalan secara konsisten. Program LINI kita persiapkan untuk jangka panjang. Dikonsep secara sederhana, konsisten, dan profesional. Masterplan masih dalam penyusunan. Kemungkinannya, event bulanan LINI akan diatur pada hari tertentu atau tanggal tertentu di setiap bulannya. LINI adalah salah satu cara untuk mendukung para industri alternatif, dan salah satu yang kita dukung itu adalah Gubuk Coffe, karena sangat care dengan kegiatan kita ini. Dan penyelenggaraan pada bulan-bulan berikutnya, tidak tertutup kemungkinan akan diadakan pada cafe-cafe lainnya, artinya LINI membuka jalan bagi para industri kreatif untuk berdiskusi, berbagi, dan berkolaborasi. Pada event bulan ke dua nanti, ada kemungkinannya sekalian pendeklarasian LINI secara formal, setelah struktur organisasinya terbentuk.”

Sementara itu, pada saat menyampaikan materinya, Aldo Zirsov memotivasi para peserta, berawal dari gemar membaca, diteruskan dengan mendirikan penerbit alternatif. Buku yang dilahirkan oleh para penulis itu adalah produk komersil, dan Sumatra Barat pegang sejarah kejayaan Penerbit di Indonesia yang pernah mendunia.

Sebelum ditutup, acara diisi dengan tanya jawab tentang dunia kepenulisan dan penerbitan. (Dilaporkan oleh Muhammad Fadhli)

Bagikan
Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *