Disdik Jabar Tidak Transparan, Terkait Pengelolaan Asrama SMA Plus Cisarua

22 Agustus 2016 / 22:11 WIB Dibaca sebanyak: 1269 kali 4 Komentar

DPRD JabarBANDUNG BB.Com– DPRD Provinsi Jawa Barat menyayangkan tidak adanya transparansi Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat berkaitan dengan pengelolaan Asrama Bina Siswa SMA Plus Cisarua, Lembang , Kabupaten Bandung Barat. Sehingga hal ini menjadi dilematis untuk menentukan kejelasan pengelolaan asrama tersebut.

Wakil Ketua Komisi V DPRD Jabar, Yomanius Untung mengatakan, berkaitan dengan hal itu, diperlukan adanya tahapan-tahapan untuk menganalisis terkait eksistensi dan pengelolaannya. Sebab, penganggaran asrama tersebut berbeda dengan satuan pendidikan yang lain. Koordinasi antar instansi menjadi kunci penting untuk memenuhi kebutuhan asrama. Usulan yang diajukan tidak sesuai dengan pemberian dari instansi terkait.

“Tentu harus ada kejelasan dan konfirmasi yang konkrit dari kedua pihak untuk menyelesaikan persoalan ini,” ujar Untung di DPRD Jabar, Jalan Diponegoro, no. 27, Kota Bandung, Senin (22/8/2016).

Dia menegaskan, harus ada transparansi dari Disdik berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan usulan yang diminta pengelola. Kalaupun ada ketidaksesuaian dengan program pemerintah yang harus diprioritaskan adalah tidak ada keterlambatan pemenuhan kebutuhan asrama. Memang tidak bisa disamakan dengan satuan pendidikan umum, asrama ini bertujuan untuk mengelola anak bangsa yang berpotensi tinggi namun tidak memiliki biaya dari masyarakat yang terpinggirkan.

“Yang pasti asrama ini berdiri atas tujuan kemanusiaan untuk meninggikan derajat manusia,” tegasnya.

Anggota lainnya serupa mengutarakannya, Maman Abdurrachman mengatakan, ketidakjelasan status pengelolaan lantaran di Disdik pun tidak ada yang membidangi pasca pemindahan pengelolaan oleh Disdik. Ada dua persoalan, soal pembelajaran itu sepenuhnya tanggung jawab kabupaten kota. Operasional rutin itu pihak sekolah. Harus ada ketegasan dari pemprov untuk terkait hal ini. Pengelolaan pendidikan jelas di Disdik, pengelolaan asrama itu di Dinsos.

“Pasti akan bingung jika tidak ada instansi pengelola yang sebenarnya. Pengelolaan asrama lebih tepat diserahkan kepada Dinsos Jabar, sedangkan untuk pedidikannya ke Disdik,” ujar Maman.

Sementara itu, Perwakilan Disdik Jabar, Karyono mengatakan, usulan saat menjadi yayasan sesuai dengan yang dimintakan. Ketika ada temuan dari BPK bahwa aset provinsi tidak diperkenankan dikelola oleh yayasan yang dikhawatirkan akan menuai masalah. Selain itu, usulan kebutuhan modal sarana dan prasarana itu menimbulkan persoalan dan berdampak pada program lainny.

“Kami pun terkena imbas dari ketidakjelasan pengelolaan ini yang berdampak pada realisasi anggaran, “ ujar Karyono.

Kendati demikian, lanjut dia, kedepannya Disdik akan lebih fokus untuk mengelola siswas-siswi terkait dengan masalah pendidikannya hingga ke jenjang perguruan tinggi. Sedangkan untuk masalah pengelolaan asrama sepenuhnya diserahkan pada Dinsos Jabar.  (dp)


Bagikan
Share

4 Komentar

  • Dikdik Maulana says:

    Semoga rumah kedua tempat pelajar jabar menimba ilmu&menggantungkan impian ini, tidak disusupi oleh orang-orang kepentingan.

  • Mulyana says:

    barangkali menjadi evaluasi bersama dan menghasilkan satu keputusan yang tidak memberatkan satu pihak. keberadaan instansi ini sangat membantu kami dari golongan low economy dengan harapan mengenyam pendidikan tinggi. sayang jika hanya berakhir pada “pembubaran” instansi yang telah banyak membantu kami sebagai orang yang ingin memutus rantai kemiskinan. politisasi tidak selalu jadi prioritas demi “welfare”
    mohon para pengambil kebijajan jangan hanya mengkaji parsial
    “general equilibrium” dampak itu mohon highlight
    tks

  • F. Rizal Fauzi says:

    Saya adalah salah satu alumni dari asrama tersebut. Asrama tersebut merupakan asrama untuk keluarga duafa dari perwakilan kota/kabupaten seluruh jawa barat. Berkan asrama tersebut alhamdulilah saya dapat melanjutkan pendidikan yang lebih baik dengan fasilitas yang cukup lengkap. Tidak hanya ity asrama tersebut benar benar merubah karakter saya menjadi lebih baik. Hardskill dan softskill saya dapatkan dari asrama ini mulai dari kedisiplinan, nilai kerohanian, dan serta pembelajaran dan keterampilan tambahan saya dapatkan dari asrama ini. Hingga saya dapat masuk perguruan tinggi negeri tanpa biaya sepeserpun. Banyak alumni juga yang dulunya berasal dari keluarga yang ekonominya dibawah garis kemiskinan sekarang telah sukses bahkan menghidupi banyak orang. Saya harap asrama ini terus berjalan dan segala sarana dan prasarananya diperbaharui. Sudah lebih dari 20 tahun asrama tersebut berdiri. Namun belum ada perbaikan yang signifikan.

  • Saepul Aziz Baehaqj says:

    Wah semoga saja asrama ini tetap ada dan makin maju. Asrama tempat tumbuhnya harapan generasi muda jabar yang datang dari seluruh pelosok tiap2 kota kabupaten. Asrama yang mengantarkan siswanya ke pribadi dan masadepan yg lebih baik. Trima kasih asrama bina siswa, terima kasih jabar. Moga pemerintah jabar, mau itu disdik, ataupun dinsos lebih memperhatikan lagi keberlangsungan kehidupan di asrama.

    Alumni Asrama Bima.Siswa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *