DPRD Jabar Pantau Jalur Mudik Selatan

5 Juli 2016 / 09:41 WIB Dibaca sebanyak: 586 kali Tulis komentar

DPRD JABARBANDUNG BBCom– Ketua DPRD dan Komisi IV DPRD Jabar meninjau kesiapan jalur mudik di kawasan Nagreg hingga Limbangan Antrian kendaraan tampak mengular hingga sepanjang sekitar 1,5 km. Tumpukan kendaraan pemudik tersebut dari arah Jakarta dan Bandung terlihat memanjang mulai dari Jalan Bandung-Tasik hingga Pasar Limbangan, Kabupaten Garut. Kepadatan lalu lintas sepanjang kurang lebih 1,5 kilometer ini terjadi akibat aktivitas di pasar tersebut.

Meski sudah mendapat pengawasan dari petugas Kepolisian dan Dinas Perhubungan, hilir mudik warga sekitar yang hendak berbelanja kebutuhan pokok ini tak terhindarkan. Ketua DPRD Jawa Barat Ineu Purwadewi Sundari meminta para pihak terkait agar mampu mengantisipasi kemacetan yang diakibatkan pasar tumpah.

“Sehingga arus mudik dan balik tidak terganggu pasar tumpah,” kata Ineu saat meninjau kesiapan jalur mudik, di Limbangan, Kabupaten Garut, Jumat (1/6). Bersama sejumlah anggota DPRD Jabar lainnya seperti Yod Mintaraga, Daddy Rohanady, dan Nia Purnakania, Ineu menyusuri sejumlah perlintasan mudik lainnya seperti Nagreg, Kabupaten Bandung, serta Leles dan Limbangan di Kabupaten Garut.

“Ini belum pada titik puncak, tapi tadi kita lihat ada kepadatan di Pasar Limbangan,” katanya. Meski begitu, Ineu menilai kepadatan seperti di Pasar Limbangan ini hanya terjadi pada jam-jam tertentu saja.

Ineu pun optimistis arus mudik tahun ini akan lebih baik. Terlebih, katanya, kondisi jalanan di jalur selatan ini sudah siap untuk dilalui pemudik.

“Kondisinya siap dilalui pemudik,” ujarnya. Perbaikan fisik jalan dan fasilitas pelengkap lainnya sudah dilakukan dalam menghadapi musim mudik ini.

Rambu-rambu lalu lintas dan penerangan jalan umum, lanjut Ineu, sudah semakin lengkap. “Saat peninjauan awal, masih kurang, beberapa fasilitas penerangan jalan umum belum ada. Sekarang sudah ada penambahan PJU dan fasilitas lainnya,” ungkapnya.

Ineu pun mengapresiasi adanya optimalisasi terhadap sejumlah jalur alternatif di jalur selatan. Ini diharapkan mampu mengurai kemacetan di jalur utama selatan.

“Kami ketika akan ke Cijapati, langsung menghubungi Bina Marga. Katanya sudah perbaikan, jalan siap dilalui. Bisa dijadikan jalan alternatif yang aman,” pungkasnya.

Di tempat yang sama, Penanggungjawab Pos Selatan Polda Jabar AKBP Yus Nurjaman memprediksi, puncak arus mudik di jalur selatan akan terjadi pada Sabtu dan Minggu ini. Ini dikarenakan masa kerja terakhir sebelum libur Lebaran jatuh pada Jumat (1/6) ini.

“Pekerja dan PNS kan terakhir masuk sekarang, jadi kemungkinan pada mudiknya besok (Sabtu) dan Minggu,” katanya. Dia menuturkan, pihaknya sudah mengantisipasi kemacetan yang diakibatkan pasar tumpah.

“Kami melakukan pemagaran, disamping menerjunkan anggota kami,” katanya. Sementara itu, menurutnya terjadi penurunan jumlah sepeda motor pada H-5 Lebaran sekarang jika dibanding H-5 Lebaran tahun lalu.

“Hingga siang ini terjadi penurunan lima ribu,” katanya.


Bagikan
Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *