DPRD Jabar Minta Disdik Tidak Paksa Sekolah Terapkan UNBK

2 Maret 2017 / 19:59 WIB Dibaca sebanyak: 235 kali Tulis komentar

BANDUNG BB.Com-DPRD Provinsi Jawa Barat dalam setiap pembahasan dan penyusunan anggaran, terus mendorong pemerintah provinsi untuk menambah sarana-prasaran dan fisilitas sekolah. Hal ini, demi meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan di seluruh Jabar yang juga dapat meningkatkan akredasi sekolah.

Menurut anggota Komisi V DPRD Jabar dr.Ihkwan Fauzi, M.Kes, masalah sarana-prasarana dan fasilitas pendidikan tidak seutuhnya menjadi tanggungjawab pemerintah, tapi harus ada juga pertisifasi dari masyarakat atau orangtua murid yang sifatnya bukan paksaan.

Provinsi Jabar merupakan miniaturnya Indonesia dengan jumlah penduduk terbanyak,  sudah barang tentu jumlah sekolahnya juga terbanyak. Sehingga, masih sangat kesulitan bagi pemerintah dalam pemerataan mutu pendidikan, terutama sekolah-sekolah yang berada di pedesaan atau di daerah terpencil.

Untuk itu, dalam menghadapi pelaksanaan Ujian Nasional tahun 2017 ini, pihak Disdik Provinsi maupun Kab/kota jangan memaksakan sekolah menerapkan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Apalagi penerapan UNBK memberatkan para orangtua murid dengan cara meminta sumbangan, kata Ikhwan Fauzi saat ditemui BB.Com di ruang kerja Komisi V DPRD Jabar, Kamis (02/03).

Dikatakan, Komisi V mendukung pihak Disdik untuk meningkatkan jumlah sekolah menerapkan UNBK, tapi jangan ada paksaan terutama bagi sekolah negeri maupun swasta yang terletak di daerah terpencil, seperti di Kab.Cianjur Selatan, Sukabumi Selatan, Kuningan, Cirebon,  Kab Bandung dan Bandung Barat, yang berdasarkan data dan hasil peninjauan Komisi V masih kurang sarana-prasarana dan fasilitasnya.

Ikhwan juga mengakui bahwa kemajuan teknology  tidak dapat dihindari, tapi saat ini penerapan UNBK secara menyeluruh dan merata sampai ke pelosok-pelosok. Mungkin, baru bisa 3 sampai 10 tahun mendatang, ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan, UN itu ada dua jenis yaitu Paper Base dan Computer Base, namun, saat ini  jangan paksakan sekolah harus menggunakan UNBK (camputer base),  karena baru sekolah-sekolah yang ada diperkotaan yang telah memiliki sejumlah perangkat computer dapat dipergunakan UNBK , sedangkan di desa atau pelosok  walaupun ada computer tapi jumlah baru sebatas keperluan sekolah/guru bahkan ada sekolah yang sama-sekali belum memiliki perangkat komputer.

Lantas apakah sekolah dipaksakan harus membeli computer untuk pelaksanaan ujian ?… tentu tidak, untuk itu, pemerintah dalam setiap tahun anggaran mensubsidi untuk peningkatan mutu pendidikan, salah satunya mendrop computer se kolah-sekolah. Bahkan di tahun 2017 ini, Pemprov Jabar mensubsidi sebanyak 4000 komputer ke berbagai sekolah di Jabar.  Bahkan ditargetkan sebanyak 300.000 komputer  untuk sekolah se Jabar.

Sementara sekolah swasta, terutama yang memiliki siswa sedikit, ditambah lagi dari kalangan keluarga kurang mampu, untuk gaji guru aja sudah kembang kempes, apalagi dipaksakan harus membeli computer untuk kepentingan sekolah dalam melaksanakan Ujian berbasis computer, masih belum bisa.

Disamping itu, sarana pendukung UNBK yaitu ketersediaan listrik, untuk itu, solusinya adalah dengan cara mencangkok. Mencangkok disini dalam artian, bagi sekolah yang memiliki computer minimal 20 unit dapat melaksanakan ujian dalam beberapa termin, ujarnya.

Namun, ada satu kendala, yaitu psikologi murid saat ujian yang mengikuti ujian pagi, siang dan sore. Apalagi siswa sekolah lain ikut ujian disekolah lain,  pasti gugup dan gerogi sehingga berdampak terhadap jawaban ujian dan hasilnya ujian.

Sampai saat ini, cukup banyak sekolah yang menyatakan tidak siap melaksanakan ujian nasional berbasis computer, seharusnya pemerintah Kabupaten/Kota harus berupaya mensubsidi sekolah untuk membelikan computer bagi sekolah di daerah masing-masing. Jangan hanya menerima bantuan dari Provisni atau pusat saja, seharus Pemkab/kot juga membantu sasilitas sekolah, tandasnya. (sen/ded)


 

Bagikan
Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *