Dongkrak APK SLTA, Disdik Jabar Perbanyak Sekolah Terbuka

15 Juni 2017 / 20:10 WIB Dibaca sebanyak: 271 kali Tulis komentar

BANDUNG BBCom-Menjalang akhir jabatan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan tahun 2018, Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Pendidikan terus menggenjot Angka Partisipasi Kasar (APK) tingkat SLTA. Untuk itu, menurut Kadisdik Jabar Ahmad Hadadi, beberapa program percepatan pendidikan yang outputnya untuk peningkatan APK terus kita tingkatan.

A Hadadi mengungkapkan, adapun program yang dicanangkan Pemprov Jabar melelui Disdik diantaranya, menambah ruang Kelas Baru ( RKB), menambah beberapa sekolah terbuka (SMA Terbuka) di beberapa daerah dan membangun Unit Sekilah Baru. Selain itu, kita juga tingkatkan jalinan kerjasama dengan beberapa perusahaan untuk menambah skill/ pengetahuan bagi para pelajar SMK.

Khusus program SMA Terbuka, dikembangkan agar anak-anak usia sekolah tidak putus ditengah ajalan karena tidak tidak dapat melanjutkan pendidikan / sekolah secara reguler. Dari sisi regulasi dibenarkan tapi tentunya tidak mengurangi dari sisi kualitas pendidikan, ujarnya.

Hadadi juga mengatakan di tahun 2017 ini sudah ada 4.000 Sekolah Terbuka di 27 Kabupaten Kota se Jabar. Insya Allah pada saat akhir Jabatan pak Gubernur 2018 mendatang seluruh anak-anak di Jabar tidak ada lagi yang putus sekolah. Minimal lulusan SLTA.

Adapun teknis pembelajaran tidak ubahnya seperti kuliah di Universitas Terbuka (UT), seminggu dua kali pembelajaran dengan system tatap muka, selebihnya belajar mandiri.

Sedangkan untuk pembelajaran dengan cara tatap muka, Pemprov Jabar menyediakan Tempat Kegiatan Belajar (TKB) yang jaraknya jauh dari sekolah induk. Nanti ada pendampingi yaitu guru sekolah induk/ guru utama, guru kunjung, guru pamong da nada guru coordinator yang mengelola TKB.

Siswa Sekolah Terbuka itu gratis karena anggarannya disupport dari dana Bos Pusat dan Dana dari Provinsi.

Adapun terkait program Unit Sekolah Baru, Kadisdik mengatakan, program USB itu perlu, dalam rangka memenuhi target agar diseluruh wilayah Kecamatan se-Jabar minimal memiliki satu SMA Negeri dan satu SMK Negeri. Namun, dalam membangun USB itu tentunya membutuhkan dana tidak sedikit, untuk itu, selagi dana dalam APBD Jabar mendukung tentunya kita upayakan secara bertahap.

Selain itu, dalam membangun USB itu tentunya membutuhkan kajian mendalam, diantaranya, jumlah anak usia sekolah di kecematan setempat, gurunya serta sarana pendukung pendidikan dan kependidikan. Untuk itu, di tahun 2017 sampai 2018 (akhir Jabatan Gubernur) trobosan kita yaitu dengan memperbanyak keberadaan Sekolah Terbuka, untuk mendongkrak APK Jabar, tandasnya. (red)

Bagikan
Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *