Bangunan hambat Aliran Air Akan di Bongkar

16 November 2016 / 03:46 WIB Dibaca sebanyak: 338 kali Tulis komentar

Walikota Bandung Meninjau Pembongkaran Jembatan Wilayab Pagarsih

pembongkaran-jembatanBANDUNG BB.Com–Setiap wilayah yang saluran airnya kecil diprediksi akan banjir jika curah hujannya besar, “Nah yang kita lakukan sekarang ini adalah pembongkaran bangunan hasil temuan tim DBMP dan tim dari ITB yang ditemukan di wilayah Pagarsih ini, ada beberapa jalan masuk yang menghambat saluran air,” ujar Wali Kota Bandung M. Ridwan Kamil seusai meninjau pembongkaran jembatan di daerah Pagarsih Kota Bandung, Selasa (15/11/2016).

Lanjutnya, harusnya air itu mengalir 100 persen, ternyata banyak tertutup oleh beton. Harusnya jalan masuk air lancar ini hanya menyisakan 2/3 untuk jalur air.

“Mulai hari ini jembatan ini sudah kita bongkar, dimulai dari pagi hari dengan beberapa titik di wilayah pagarsih,”tuturnya.

Wali Kota menuturkan dirinya sudah menyampaikan surat edaran kepada warga Bandung yang akses rumah atau propertinya masih menggunakan beton di atas gorong gorong, agar  dibongkar dalam waktu dekat untuk digantikan dengan grill besi yang bisa dioperasikan untuk memudahkan pengecekan seperti sampah dan lain sebagainya.

“Dengan peringatan demikian, warga bandung bisa paham betapa pentingnya saluran air untuk lingkungan di sekitarnya,”ujar ridwan.

Lanjut ia menyampaikan, kepada daerah yang cukup darurat, kita lakukan oleh tim dari DBMP.

“Sehingga kita bisa memberikan solusi kepada warga yang jalannya penghubungnya terhambat diakibatkan oleh beton yang tebal,”jelasnya.

Ditambahkan Ridwan, harusnya jembatan penghubung di wilayah ini cukup tinggi, sehingga air yang mengalir ketika hujan datang arusnya tidak teresendat.

“Kalo yang dibongkar ini kan bawah akibatnya luapan air besar dan keluar sampai ke jalan,”tuturnya.

Selain itu ridwan menyampaikan, selalu cek di lapangan kenapa banyak jembatan yang memakai beton, dikarenakan tidak ada panduan.

“Dulunya main asal yang penting aman dan akses jalan bagus, tetapi mereka tidak memikirkan konsekuensi dari tekniknya yang membuat posisinya rendah sehingga luapannya besar. Kita nunggu lama susah, ya udah kita yang bongkarnya supaya saluran airnya lancar,” jelasnya.

Ditambahkan olehnya, pembongkaran ini jumlahnya banyak, di daerah pasteur, pintu masuk hotel.

“Nah sekarang kita sedang lakukan. Sistem pengairan kota bandung kalo media lebih ilmiah coba tanya ahlinya. Kalo masalah banjir ini adalah masalah musim hujan ekstrim tiga kali lipat. Jadi sebagus bagusnya wadah gorong gorong, tetap ga akan cukup. Maka air harus diparkir bahasanya seperti itu. Maka dari itu kita sudah ada lima titik danau resapan yang disiapkan, tapi butuh anggaran, jadi kita sedang perencanaan. Kedua, menurut tim ahli, saluran air jangan ada yang menghalangi. Nah inilah contohnya jawaban supaya tidak dihalangi kita bongkar,”tuturnya.

Ditmbahkan Ridwan, Pemkot Bandung itu sudah bikin gorong gorong dari tahun pertama, cuman ya dengan anggaran yang ada kan kita cicil.

“Jadi tidak betul kalo pemkot tidak mengerjakan sesuatu atau mempersiapkan. Kita selalu mempersiapkan, namanya juga kondisi alam, curah hujannya tidak bisa diprediksi, ini kan bukan di bandung saja. Tapi di daerah lain selain bandung sama halnya seperti ini. Yang penting itu menjawab kritikan dengan bekerja, kalo di jawab dengan argumen pasti berdebat panjang. Nah Kami sedang bekerja, apapun kritikannya masukannya terima kasih,”pungkas Ridwan. (ris/kur)


Bagikan
Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *