Aplikasi Panic Button akan Disosialisasikan Lagi

8 Juli 2017 / 15:28 WIB Dibaca sebanyak: 184 kali Tulis komentar

BANDUNG BBCom-Kota Bandung dengan sistem smart city-nya telah memiliki piranti lunak untuk menjadi penanganan pertama saat terjadi kriminalitas, yakni Panic Button. Aplikasi yang telah hadir sejak tahun 2015 itu bisa menjadi solusi bagi warga yang membutuhkan bantuan kepolisian di saat darurat.

Saat ini, Pemerintah Kota Bandung telah memperkokoh sinergi dengan kepolisian untuk bekerja sama mengoperasikan aplikasi ini. Sebanyak 4 orang polisi secara bergilir telah disiagakan di Bandung Command Center untuk merespon laporan masyarakat dengan cepat.

“Sistemnya sudah ada. Di kota lain juga sudah dipraktekkan. Alhamdulillah di zaman Pak Hendro ini polisinya sudah siap,” ungkap Ridwan di Polrestabes Bandung, Jumat (7/7/2017).

Aplikasi ini akan terkoneksi dengan mobil-mobil patroli polisi yang telah dilengkapi dengan GPS (Global Positioning System). Saat pengguna mengetukkan jari beberapa kali di layar ponsel pintarnya, aplikasi ini akan segera aktif terkoneksi dengan server di Bandung Command Center dan langsung menghubungi mobil patroli terdekat. Dengan begitu, polisi akan langsung meluncur ke lokasi dan melakukan penindakan segera.

“Silakan download aplikasinya. Jadi kalau ada kejadian kita panik tidak bisa menelepon, dalam hitungan kurang dari satu menit, asal layar ponselnya dipijit itu akan ketahuan lokasinya,” terang Ridwan.

Saat memasang aplikasi itu di ponsel pintar, pengguna akan dimintai nama dan alamat lengkap, serta kontak terdekat yang bisa dihubungi saat keadaan darurat. Dengan demikian, polisi dapat melakukan verifikasi yang menghubungi keluarga dekat jika sesuatu yang tidak diinginkan terjadi.

Saat seluruh sistem sudah terintegrasi, Pemerintah Kota Bandung dan Polrestabes Bandung akan mensosialisasikan lagi kepada masyarakat penggunaan aplikasi Panic Button. Aplikasi ini sudah bisa diunduh di Play Store dengan kata kunci “X-Igent Panic Button” bagi ponsel berbasis Android.

“Mudah-mudahan dengan sosialisasi lagi sistem ini bisa menjadi langkah preventif juga pada situasi darurat,” harap Ridwan. (hms)

Bagikan
Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *