Anggota Komisi V DPRD Menilai, Beasiswa Dari Pemprov Jabar Tertutup

15 April 2018 / 19:01 WIB Dibaca sebanyak: 143 kali Tulis komentar

BANDUNG BBCom– Anggota Komisi V DPRD Jabar dr. Ikhwan Fauzi, M. Kes ( FPDI Perjuangan ), mengatakan selama ini, keberadaan dana beasiswa dari Pemprov Jabar terkesan tertutup, sehingga hanya diketahui oleh orang-orang/ mahasiswa tertentu saja yang tahu. Harusnya terbuka, mulai dari Perguruan Tinggi Negeri/Swasta yang menerima penyaluran Dana Beasiswa, jumlah dana yang diterima, untuk berapa Mahasiswas.

Selain itu, yang sangat penting yaitu, pihak Disdik Jabar membuat kreteria / persyaratan bagi Mahasiswa calon penerima dana beasiswa, seperti yang telah dikeluarkan oleh Kemendikbud. Namun, jangan seperti dulu itu, Disdik Jabar mensyaratakan yang aneh-aneh, seperti harus hapal Al’Qur’an minimal 5 Juz, kan kasihan Mahasiswa yang beragama lain.

Hal ini dikatakan Ikhwan Fauzi (iwan) kepada bandungberita.com saat diminta tanggapannya terkait penyaluran Dana Beasiswa tahun 2018 sebesar 13 Miliyar oleh Disdik Jabar ke beberapa Perti Negeri/Swasta yang telah menjalin kerjasama dengan Pemprov Jabar, Minggu, (15/4/2018).

Dikatakan, seharusnya Disdik Jabar membuat kreteria layaknya apa yang telah dibuat dan dikeluarkan oleh Kemendikbud-Dikti, contoh, kalau tidak mampu harus menyertakan surat tidak mampu dari Desa/keluarahan yang disertai dengan foto kondisi rumah/ lokasi rumah orangtuanya; Bagi Mahasiswa berprestasi dengan melampirkan (FC) IPKnya;

Pengumuman Dana Beasiswa dari Pemprov Jabar dan Kretaria/ persyarakat mahasiswa calon penerima dana beasiswa , harus di temple di kampus masing-masing agar mahasiswa tahu. Karena selama ini yang terjadi, berdasarkan hasil monitoring Komisi V DPRD Jabar ke beberapa Perti penerima dana beasiswa banyak yang tidak mengumumkan, Kami ( dewan-red) hanya menemukan di Kampus Undap dan ITB saja. Padahal ada puluhan Perti Negeri/Swasta yang mendapatkan penyaluran dana beasiswa dari Pemprov Jabar, ujar iwan.

Berhubung dana beasiswa tidak diumumkan, sehingga sangat banyak mahasiswa tidak tahu, walaupun ada yang tahu, itupun mendapatkan informasi dari orang dalam Perti yang bersangkutan atau dari orang Disdik Jabar.

“DPRD Jabar khususnya Komisi V, cukup sering kedatangan orang tua dan mahasiswa yang mempertanyakan soal dana beasiswa dan cara memperolehanya. Kerena itu sudah teknis, maka kita sarankan ke Disdik Jabar. Namun, mereka tetap kecewa karena pihak Disdik Jabar tidak memberikan penjelasan Perti mana saja yang menerima penyaluran dana Beasiswa dan persyaratan untuk mendapatkannya, ini realita yang terjadi dilapangan, sesalnya.

Selama ini, Komisi V DPRD Jabar, belum pernah melihat dan menerima laporan dari Disdik Jabar tentang persyaratan, dan data Mahasiswa penerima beasiswa, yang ada jumlah Perti penerima dan gelondongan anggaran semata.

Lebih lanjut Iwan mengetakan, untuk rasa keadilan, harus ada beberapa katagori, misalkan, Perti A menerima dana beasiswa Rp.2 M, yang diperuntukan untuk 100 Mahasiswa (S1, S2 dan S3), Katagori : Mahasiswa Tidak Mampu sebanyak 40 orang; Mahasiswa Prestasi IPK Tinggi : 30 orang; , Mahasiswa Prestasi Olahraga, Medis. Tenaga Pendidikan dan Kependidikan 30 orang. Dengan adanya katagori ini, jelas peruntukannya.

“Kita berharap, semoga pihak Perti Negeri/Swasta penerima penyaluran Dana Beasiswa tidak menyalahi peruntukan, karenaakan kerepotansendiri bila jadi temuan BPK “, tandasnya. (Sen/red).

Bagikan
Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *