ADD Desa Karang Pawitan digunakan Membangun Madrasah Raodatul Adfal

6 Desember 2017 / 11:14 WIB Dibaca sebanyak: 126 kali Tulis komentar

Pangandaran BBCom, — Madrasah adalah institusi pendidikan paling awal yang mengajarkan nilai-nilai Islam dalam pendidikan beragama. Madrasah secara harfiah diartikan sebagai tempat untuk memberikan pelajaran atau tempat belajar, secara teknis, dalam proses belajar mengajarnya secara formal, madrasah tidak berbeda dengan sekolah lainnya, namun di Indonesia madrasah dipahami sebagai sekolah agama dimana anak-anak dididik untuk memperoleh pelajaran hal ihwal atau seluk beluk agama dan keagamaan.

Dalam prakteknya memang ada madrasah yang mengajarkan ilmu keagamaan, juga mengajarkan ilmu yang diajarkan di sekolah umum. Selain itu ada pula madrasah yang hanya mengkhususkan diri pada pelajaran ilmu agama.

Desa Karangpawitan Kecamatan Padaherang kabupaten Pangandaran melaksanakan pembangunan Gedung Madrasah yang peletakan batu pertamanya dilaksanakan Oleh Kepala Desa Karangpawitan.
Pembangunan Madrasah tersebut dibangun oleh Desa Karang Pawitan dan di bantu Suadaya masyarakat.

Madrasah tersebut diberi nama, Madrasah Raodatul Adfal yang dibangun di Dusun Sindangratu RT. 032 RW 010 Desa Karang Pawitan Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran.

Dalam pengunaan Anggaran Dana Desa,  Kades Adis mengatakan penggunaan dana tersebut kami gunaken Tiga Unsur diantaranya Infrastruktur Pendidiken dan Kesehatan.

“Alhamdulilah Desa Karang Pawitan Bisa membangun Madrasah, Raodatul Adfal, dan alhamdulilah sekarang berkat dorongan dari semua Staf Desa dan Desa Karang Pawitan keinginan untuk membuat Gedung Madrasah, untuk masyarakat sudah Tewujud.” Katanya

Dikatakannya dianggaran dana tersebut untuk pemerdayaan Masyarakat,  disitulah kami gunakan untuk membangun Madarasah dua Ruang belajar.

“Saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya untuk swadaya masyarkat dan 
Masyarakat yang telah mewakafkan tanahnya demi pembangunan madrasah agar generasi penerus kita paham dan mengerti akan arti pentingnya pendidikan agama Islam ungkapnya. **Budi Setiawan**

Bagikan
Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *