92 Persen Masyarakat OKI Sudah Nikmati Listrik

11 Oktober 2017 / 15:33 WIB Dibaca sebanyak: 157 kali Tulis komentar

KAYUAGUNG BBCom–Sudah 3,5 tahun pemerintahan yang dipimpin Bupati OKI, H. Iskandar berjalan, pembangunan infrastrukutur pedesaan termasuk di sektor ketenagalistrikan terus digenjot.

Melalui program listrik desa, rasio elektrifikasi masyarakat OKI meningkat hingga 92 persen dari 75 persen pada tahun 2013.

“Energi listrik itu jadi ciri sebuah daerah itu sudah merdeka atau belum, untuk itu mengoptimalkan elekrifikasi masyarakat OKI. Sejak 2015 lalu kita sudah memasok listrik untuk masyarakat di tiga kecamatan; Air Sugihan, Sungai Menang dan Cengal” Ungkap Iskandar usai rapat Paripurna HUT OKI ke 72 tahun di Gedung DPRD OKI, Rabu, (11/10).

Sejak dua tahun terakhir Pemkab OKI menggenjot rasio elektrfikasi masyarakat melalui pembangunan jaringan transmisi listrik desa sepanjang 103,96 kilometer dan 546 unit jaringan listrik tenaga surya.

Melalui program ini Pemerintah Kabupaten OKI mampu mengentaskan tiga kecamatan dari keterisoliran energi listrik, yaitu Kecamatan Cengal, Sungai Menang dan Air Sugihan.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman Kabupaten Ogan Komering Ilir Ir. Man Winardi mengatakan, penyaluran energi listrik dapat menembus pelosok desa tersebut setelah pemkab menjadikannya program prioritas sejak dua tahun terakhir.

“Di OKI masih ada desa yang belum merasakan energi listrik, ada juga desa yang terputus atau terisolir karena tidak ada akses jalan darat. Tapi sejak semua ini dijadikan prioritas, sedikit demi sedikit sudah banyak desa mulai terang,” kata Man.

Ia mengatakan, program ini dapat terlaksana berkat kerja sama pemkab dan PLN WIlayah Sumsel, Jambi dan Bengkulu.

“Untuk biaya kontruksi memang melalui APBD, namun untuk transmisinya berasal dari PLN. Karena itu, pemkab sangat mengapresiasi sekali kerja sama ini,” kata dia.

Salah seorang warga Desa Sungai Menang, Reni Marlina Pisyadi mengatakan sangat bersukacita sejak aliran listrik masuk ke desanya. Sebelumnya, warga mengeluarkan biaya untuk membeli BMM untuk penerangan dari jam 18.00 WIB hingga 06.00 WIB. Namun, sejak ada listrik PLN, masyarakat tidak perlu lagi melakukan itu.

Demikian dirasakan warga Cengal Kabupaten OKI. Risman Hadinata yang mengaku, listrik yang masuk desa ini sangat membantu kelancaran aktivitas sehari-hari, termasuk menunjang perekonomian warga setempat.

“Dulu penerangan listrik kami anggap sebatas mimpi. Alhamdulillah tidak disangka sejak dua tahun ini desa kami sudah terang benderang,” Ungkapnya.

Sebelumnya tambah Risman, tiap bulan biaya yang dikeluarkan sampai jutaan rupiah untuk membeli BBM genset. Kini pengeluaran mereka semakin ringan untuk mendapat penerangan Listrik. (pani games)

Bagikan
Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *