1 Juni ditetapkan Sebagai Hari Libur Nasional, Ridwan Kamil Ajak Aplikasikan Pancasila

1 Juni 2016 / 19:43 WIB Dibaca sebanyak: 529 kali Tulis komentar

BANDUNG BB- Peringatan Pidato Bung Karno 1 Juni 1945 di gelar di Gedung Merdeka,  Jalan Asia Afrika, Bandung, Rabu (1/6/2016). Dalam kesempatan tersebut Wali Kota Bandung Ridwan Kamil membacakan teks Pancasila.

Gedung MerdekaPeringatan yang mengusung tema Pancasila Ideologi Bangsaku, Gotong Royong Semangat Negeriku dihadiri oleh Presiden RI Joko Widodo, Presiden RI kelima, Megawati Soekarnoputri, Ketua MPR Zulkifli Hasan, sejumlah Wakil Ketua MPR, yakni Hidayat Nur Wahid, EE Mangindaan dan Oesman Sapta Odang.

Selain itu, hadir pula Ketua DPR Ade Komarudin dan sejumlah anggota DPR dari sejumlah fraksi. Jajaran menteri Kabinet Kerja pun tampak hadir, antara lain Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya.

Presiden RI Joko Widodo mengatakan warga negara Indonesia harus bersyukur memiliki pancasila di Banding dengan negara negara lain yang saat ini kondisinya tidak stabil.

“Kita semakin yakin, semakin bersyukur bahwa kita punya pancasila, negara-negara maju saat ini sedang gelisah, galau, resah, toleransi terkoyak solidaritas dan ketertiban sosial terganggu beruntung indonesia punya pancasila,” ujar Jokowi.

Menurut Jokowi, tidak ada alasan untuk tidak optimis tentang masa depan. “Tidak ada alasan bagi kita untuk tisak optimis, kita harus optimis masa depan, bahwa kita memanangkan kompetisi global,” katanya.

Diakhir sambutan, Joko Widodo pun secara resmi menandatangi Kepres yang berisikan bahwa 1 juni ditetapkan sebagai hari libur nasional dan menjadi hari peringatan lahirnya Pancasila.

Usai pembacaan teks Pancasila oleh Wali Kota Bandung, Megawati sebagai perwakilan pihak keluarga Bung Karno dalam sambutannya menyampaikan jika tanpa pidato Sukarno maka tidak akan ada pancasila.

“Tanpa pidato bung Karno pasti tidak akan ada pancasila, tidak ada untaian sejarah dunia, tidak akan ada negara kesatuan RI, bahkan jadi ideologi pemersatu masyarakat indonesia dalam menghadapi konflik dunia,” ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Bandung usai peringatan tersebut mengatakan untuk mengembalikan rasa optimisme dari nilai-nilai pancasila, perlu ada cara-cara kekinian.

“Saya pasti mendukung keputusan pemerintah pusat itu kan bukan sembarangan, sudah melalui proses kajian, selama ini kan hari lahirnya pancasila, tidak menjadi hari peringatan,” ujarnya.

Lanjut Ridwan, setelah ditetapkannya 1 Juni sebagai hari libur nasional dan hari peringatan lahirnya pancasila, tinggal tugas pemerintah mencari program untuk mengisi dan menanamkan nilai-nilai pancasila.

“Setelah ditetapkan, tugas kita mencari program, misalnya bikin game pancasila, aplikasi pancasila, intinya tidak merasa kaya di doktrin, saya sedang pikirkan 3 bulan lagi kita wawancara ada gagasan mengkekiniankan pancasila,” pungkasnya. (dp)

Bagikan
Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *